Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tangerang Dilanda Kekeringan, Krisis Air Bersih Meluas hingga 12 Kecamatan

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 15:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tangerang Dilanda Kekeringan, Krisis Air Bersih Meluas hingga 12 Kecamatan Doc: ANTARA
Ket. Warga antre untuk mendapatkan air bersih yang didistribusikan Pemkab Tangerang, Banten, Selasa (28/7/2026).

TANGERANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten mencatat cakupan wilayah yang dilanda kekeringan hingga mengakibatkan krisis air bersih meluas hingga ke 12 kecamatan dengan total 8.135 kepala keluarga (KK) terdampak.

"Total ada 12 wilayah kecamatan dengan total jumlah yang terdampak kurang lebih 8.135 KK, ini berdasarkan laporan yang diterima," kata Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik di Tangerang, Kamis (30/7).

Ia mengungkapkan, luasan dampak kekeringan di 12 kecamatan ini meliputi 41 titik dengan 31 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Tangerang.

"Dari 31 desa itu ada 41 titik lokasi. Jadi satu desa ada yang dua, ada yang empat, ada yang satu begitu," ucapnya.

Dia merinci, untuk wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Legok, Tigaraksa, Panongan, Rajeg, Kronjo, Curug, Kelapa Dua, Cikupa, Sukadiri, Balaraja, Mekar Baru, dan Kecamatan Pagedangan.

Kendati demikian, pihaknya saat ini tengah menyiapkan penetapan status siaga bencana kekeringan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat koordinasi penanganan sekaligus membuka keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta.

Sementara itu, ditambahkan Taufik, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Kerta Raharja, Dinas Perumahan dan Permukiman, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang guna mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak.

"Sampai sementara ini kita membantu terus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tapi melihat ini kondisi hujan belum turun, pasti kami mencari terobosan," tuturnya.

Dalam hal ini, BPBD juga terus memantau perkembangan cuaca bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Apabila kondisi kekeringan semakin meluas dan faktor atmosfer mendukung, pemerintah membuka peluang untuk mengusulkan operasi modifikasi cuaca sebagai salah satu langkah mitigasi.

"Kita belum arah ke sana. Namun, nanti kita akan buatkan dulu status siaga bencana dalam penanganan kedaruratan kekeringan ini," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.