Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Zulhas Dorong Percepatan Teknologi Sampah untuk Tangani Kondisi Darurat Nasional

📅 Senin, 23 Feb 2026, 20:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Zulhas Dorong Percepatan Teknologi Sampah untuk Tangani Kondisi Darurat Nasional Doc: Antara
Ket. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) (tengah) memberikan keterangan kepada pers usai rapat koordinasi terbatas lintas kementerian di Jakarta, Senin (23/2).

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan perangkat teknologi pengolahan sampah untuk kebutuhan daerah dapat masuk ke katalog elektronik (e-katalog) dalam waktu satu bulan ke depan guna mempercepat penanganan darurat sampah.

“Ini kita target (teknologi pengolahan sampah) satu bulan untuk bisa masuk e-katalog, sehingga masyarakat bisa membeli atau mempergunakan itu,” kata Zulkifli Hasan yang biasa disapa Zulhas usai rapat koordinasi terbatas lintas kementerian di Jakarta, Senin (23/3).

Ia menjelaskan rapat koordinasi yang dipimpinnya membahas dua agenda utama, salah satunya percepatan penerapan teknologi pengolahan sampah menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto yang menilai persoalan sampah telah berada pada kondisi darurat.

Zulhas menyebut pemerintah tetap melanjutkan program pembangkit listrik tenaga sampah (waste to energy/WTE) melalui fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang kini ditetapkan di 33 kota, berkurang dari sebelumnya 34 kota.

“PSEL tetap, tadinya 34 sekarang ada di 33 kota,” ujar dia.

Untuk DKI Jakarta, ia mengatakan bahwa penerapan PSEL dirancang di tiga lokasi meski berada dalam satu wilayah administrasi, yakni dua fasilitas di kawasan Bantar Gebang di Kota Bekasi, Jakarta Barat dan satu fasilitas di Sunter, Jakarta Utara.

Namun, menurut Zulhas, penerapan WTE di 33 kota tersebut diproyeksikan baru dapat menyelesaikan sekitar 20 persen persoalan sampah nasional, sehingga pemerintah menyiapkan langkah lanjutan untuk menangani 80 persen sisanya.

“Kalau waste to energy itu jalan semua di 33 kota, baru 20 persen masalah sampah selesai. Masih ada 80 persen lagi yang belum kita selesaikan,” katanya.

Ia menyampaikan rapat memutuskan penanganan sisa 80 persen sampah dibagi ke dalam empat kategori teknologi, yakni tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) non-refuse derived fuel (non-RDF), TPST RDF, tempat pengolahan sampah reduce-reuse-recycle (TPS 3R), serta pengolahan sampah organik dari sumber atau masyarakat langsung.

Menurut Zulhas, pihaknya telah berkoordinasi dan meminta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Menteri Lingkungan Hidup untuk segera merumuskan jenis dan spesifikasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan daerah, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan.

Ia menambahkan pemerintah akan terus menegakkan larangan praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping) secara konsisten, sehingga penertiban harus diikuti dengan penyediaan solusi teknologi yang dapat diakses pemerintah daerah.

“Open dumping tidak boleh lagi, tapi harus ada solusinya,” katanya menegaskan. 

Pemerintah menargetkan dalam dua tahun ke depan mulai terlihat perubahan nyata dalam pengelolaan sampah nasional, termasuk penanganan lokasi-lokasi pembuangan terbuka berskala besar, dengan sasaran penyelesaian pada akhir 2027 atau awal 2028.

“Dua tahun lagi kita akan melihat hasil nyata perubahan besar. Akhir 2027 atau awal 2028 ini bisa kita selesaikan,” kata Zulhas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.