Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK Perkuat Ekosistem Pesantren lewat Literasi Keuangan Syariah

📅 Rabu, 15 Apr 2026, 17:40 WIB | Oleh:
OJK Perkuat Ekosistem Pesantren lewat Literasi Keuangan Syariah Doc: Dokumentasi OJK
Ket. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan ekosistem pesantren melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah. Hal ini disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono.

Menurut dia, pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat sehingga penguatan pesantren menjadi bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional.

“Ini tidak hanya berbicara mengenai kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk generasi ke depan,” ujar dia, Selasa (14/4). “Merupakan sebuah kebersyukuran bagi kami semua ketika memiliki program yang berorientasi jangka panjang seperti ini.”

Dicky mengatakan ekosistem di sekitar pesantren seperti pertanian, peternakan, dan perikanan dapat terlibat dalam rantai pasok. Hal ini diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi yang lebih kuat di masyarakat.

Selain itu, OJK juga berperan sebagai katalis dan fasilitator dalam membuka akses keuangan syariah. Melalui forum edukasi dan temu bisnis (FEBIS), pelaku usaha diperkenalkan pada berbagai produk pembiayaan serta dipertemukan langsung dengan lembaga keuangan.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menyatakan dukungannya terhadap program OJK tersebut. Menurut dia, peningkatan kualitas sumber daya manusia di pesantren menjadi hal mendasar.

“Justru kami ingin meningkatkan kualitas manusia seutuhnya yang dididik dan dihasilkan oleh pesantren,” ujar dia.

Menurut Gus Yahya, manusia yang unggul secara intelektual, rohaniah, dan fisik akan semakin unggul dengan program-program tersebut.

Melalui kegiatan ini, OJK juga mendorong peningkatan literasi keuangan syariah bagi santri. Selain itu, akses pembiayaan bagi pelaku usaha di lingkungan pesantren turut diperluas melalui skema business matching.

Menurut Dicky, iuaya ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi pesantren. “Ini sekaligus mendukung pembangunan ekonomi berbasis komunitas yang berkelanjutan,” ujar dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
  • Warga Asing Asal Aljazair Ini Bikin Geger, Lakukan Ritual Berendam di Danau Sunter
    Dia sedang melakukan ritual/ibadah sesuai kepercayaannya, knp kalian ...

Transaksi video commerce meningkat

17 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Transaksi video commerce me...
Megapolitan
Pegadaian Salurkan 1.000 Pa...
MARITIM

Tiongkok Mulai Kuasai Rute Maritim Arktik

25 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Tiongkok Mulai Kuasai Rute ...

Pengaspalan jalan pertanian di Kendari

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pengaspalan jalan pertanian...
Luar Negeri
Intelijen Spanyol Pastikan ...
Luar Negeri
Warga Jepang Dukung Pembata...
Nasional
Penutupan Muktamar Nahdlatu...
Advertisement
Indonesia-Singapura Umumkan Penggunaan Mata Uang Lokal untuk Transaksi Bilateral

Indonesia-Singapura Umumkan Penggunaan Mata Uang Lokal untuk Transaksi Bilateral

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.