57 Pelajar Kendari Bertumbangan Usai Makan Bergizi Gratis, BGN Usut Tuntas SPPG Watubangga
📅 Minggu, 20 Sep 2026, 17:20 WIB | Oleh: AlfredKENDARI - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan investigasi dan evaluasi menyeluruh usai 57 pelajar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap hidangan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga Baruga Kota Kendari.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari, Mulyadi, saat dihubungi di Kendari, Minggu, menyampaikan bahwa investigasi dan evaluasi menyeluruh mulai dari proses pengadaan bahan pangan, penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, pemrosesan hingga distribusi makanan.
Ia menyampaikan tujuannya untuk mencari penyebab kelalaian dalam pelayanan makan bergizi yang tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari BGN.
"Sampel makanan juga telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang," kata Mulyadi, Minggu (20/9).
Ia menyebutkan sampel makanan yang didistribusikan kepada para pelajar pada Jumat (18/9) juga sudah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Sultra.
Selain itu, petugas Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) juga turun mengambil sampel di SPPG Watubangga Baruga.
"Saat ini sedang dilakukan uji laboratorium sampel makanan guna mengetahui penyebab utama kejadian itu," ucap Mulyadi.
Ia mengatakan untuk mencegah kejadian yang sama di tempat lain, BGN juga meminta seluruh SPPG se-Sulawesi Tenggara memperketat pengawasan standar keamanan pangan termasuk kualitas bahan pangan sebelum diolah dan distribusikan ke penerima manfaat.
Selain itu, ia melanjutkan, BGN meminta setiap SPPG konsisten menerapkan pelayanan makanan sesuai SOP yang ditetapkan tanpa menambah ataupun mengurangi ketentuan dari badan gizi.
Secara terpisah, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus sekretaris Satgas MBG Kota Kendari, Abdul Rauf menambahkan pihaknya selalu siap berkoordinasi dengan SPPG dalam menjalankan pengawasan pangan untuk program pemerintah.
Ia menyebutkan, pengawasan itu mulai kelayakan bahan pangan seperti kualitas beras, sayuran, daging dan ikan sebelum didistribusikan ke SPPG.
"Yang pasti pemkot selalu meminta koordinasi dengan SPPG kalau ada pangan yang tidak layak dan kami meminta semua dilakukan sesuai SOP dari BGN," ujar Rauf.
Meski demikian, Abdul Rauf mengapresiasi kesigapan semua pihak dari petugas medis, aparat TNI-Polri dan SPPG setelah para pelajar alami keluhan kesehatan usai menyantap MBG.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!