Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jika Negosiasi Gagal, Trump Ultimatum Gempur Fasilitas Energi Iran

📅 Selasa, 31 Mar 2026, 20:57 WIB | Oleh:
Jika Negosiasi Gagal, Trump Ultimatum Gempur Fasilitas Energi Iran Doc: AFP

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan negosiasi dengan Iran untuk mengakhiri serangan gabungan Amerika-Israel mengalami kemajuan, namun tetap memperingatkan bahwa infrastruktur energi penting negara itu akan dihancurkan jika pembicaraan tidak segera membuahkan hasil.

"Jika karena alasan apa pun kesepakatan tidak segera tercapai, meskipun kemungkinan besar akan tercapai, dan jika Selat Hormuz tidak segera dibuka untuk urusan bisnis; maka kami akan mengakhiri sikap diam kami di Iran dengan meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya semua pembangkit listrik mereka, sumur minyak, dan Pulau Kharg (dan mungkin semua pabrik desalinasi!)," tulis Trump di Truth Social pada Senin.

Meskipun mengeluarkan peringatan tersebut, dia mengatakan bahwa diskusi serius sedang berlangsung dengan rezim Iran yang baru dan lebih masuk akal.

Trump mengatakan juga kepada Bloomberg bahwa Iran ingin menyelesaikan dan menyebut bahwa perang tersebut berjalan sangat luar biasa baik.

Sebelumnya, Senin (30/3), Iran mengatakan tidak ada negosiasi langsung dengan Amerika dan menyebut bahwa kontak terbaru hanya berupa pesan yang disampaikan melalui perantara.

Negara-negara di kawasan telah berupaya menjadi penengah untuk mencapai kesepakatan antara kedua pihak, dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Pakistan Ishaq Dar menyatakan bahwa Islamabad bersedia menjadi tuan rumah pembicaraan.

Minggu (29/3), Trump mendorong upaya diplomatik, dengan perantara termasuk Pakistan, Turki, dan Mesir yang terlibat dalam kontak tidak langsung antara Washington dan Teheran. Pembicaraan tidak langsung yang dilakukan lewat utusan Pakistan itu, tambah Trump, menunjukkan kemajuan.

"Kesepakatan bisa dicapai dengan cukup cepat," ujar Trump.

Banyak pejabat tinggi Iran tewas, termasuk di antara 1.340 orang yang tewas dalam serangan udara yang diluncurkan Amerika dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, salah satunya ialah Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Teheran pun telah membalas dengan serangan drone dan rudal dengan menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi "tuan rumah" aset militer milik Amerika. Serangan balasan itu menyebabkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur, sekaligus mengganggu pasar global dan penerbangan. Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
Advertisement
gaia musik festival
Nasional
Kemenbud: Museum Musik Indo...
Nasional
Menkes Serukan Perbaiki Seg...
Nasional
Gratis, Kemenag Terbitkan 4...
Nasional
Selama 2025 PT KAI Kelola 2...
Anak Fandi Ahmad Siap Mengobrak-abrik Pertahanan Skuad Garuda   

Anak Fandi Ahmad Siap Mengobrak-abrik Pertahanan Skuad Garuda  

06 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
📅 Kamis, 06-Agu-2026
# 6
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
📅 Kamis, 06-Agu-2026
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.