Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Semeru Erupsi Empat Kali Selama Satu Jam dengan Letusan hingga 1 Km

1 Rabu, 13 Mei 2026, 08:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Semeru Erupsi Empat Kali Selama Satu Jam dengan Letusan hingga 1 Km Semeru Erupsi Empat Kali Selama Satu Jam dengan Letusan hingga 1 Km Doc: ANTARA
Ket. Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1 km di atas puncak pada Rabu (13/5/2026) pagi.

LUMAJANG – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur erupsi sebanyak empat kali dalam kurun satu jam lebih dengan tinggi letusan hingga 1 kilometer di atas puncak pada Rabu (13/5) pagi.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Rabu, 13 Mei 2026, pukul 05.07 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Ia mengatakan kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.

"Tidak selang lama, erupsi kembali terjadi pada pukul 05.19 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1 kilometer di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," katanya.

Menurut Liswanto,  kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 05.53 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak (4.576 mdpl).

"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung," katanya.

Erupsi keempat terjadi pada pukul 06.15 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau setinggi 4.176 mdpl.

"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 120 detik," ujarnya.

Liswanto menjelaskan, saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, lanjut dia, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Ia meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Ini Alasan Mengapa Sebaiknya Merahasiakan Tanggal Ulang Tahun Anda

16 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Ini Alasan Mengapa Sebaikny...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.