Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Selama 2025 PT KAI Kelola 2.997,99 Ton Limbah Operasional

📅 Kamis, 06 Agu 2026, 18:42 WIB | Oleh:
Selama 2025 PT KAI Kelola 2.997,99 Ton Limbah Operasional Doc: KAI

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengelola 2.997,99 ton limbah daur ulang sepanjang 2025. Capaian volume tersebut tercatat mengalami peningkatan sebesar 36,31 persen dibandingkan perolehan pada tahun 2024.

Perusahaan milik negara tersebut merilis data pengelolaan material operasional pada hari Rabu (5/8).

Upaya sirkularitas ini bertujuan mempertahankan nilai guna material agar tetap bermanfaat dalam rantai produksi.

United Nations Environment Programme (UNEP) memproyeksikan ekstraksi sumber daya global meningkat 60 persen pada 2060. Pemerintah Indonesia telah memasukkan konsep ekonomi sirkular ke dalam agenda Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan penerapan prinsip sirkularitas pada lingkungan operasional perusahaan. Pemilahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) diserahkan langsung kepada mitra pengelola bersertifikasi resmi.

“Penerapan ekonomi sirkular memberi ruang agar material yang masih memiliki nilai dapat digunakan kembali. Melalui pengelolaan yang terukur, KAI berupaya mengurangi residu, menjaga kepatuhan lingkungan, serta mendukung ketersediaan material bagi kegiatan industri,” ujar Anne.

Setiap unit kerja seperti balai yasa hingga stasiun rutin mengirimkan laporan pengelolaan sampah lingkungan. Sarana perkeretaapian berusia 20 hingga 40 tahun dialihkan statusnya menjadi Aktiva Tetap Diberhentikan dari Operasi (ATDO).

Anne menyampaikan mekanisme penghapusbukuan aset bekas dilakukan secara terbuka melalui proses tender badan hukum. Penjualan material tersebut dilaksanakan setelah mengantongi persetujuan Kementerian BUMN serta Kementerian Perhubungan secara sah.

“Material besi, baja, dan logam memiliki masa manfaat yang dapat diperpanjang melalui pengolahan kembali. Langkah ini membantu menjaga nilai ekonomi aset, mengurangi kebutuhan terhadap material primer, serta mendukung rantai pasok industri nasional,” kata Anne.

Beberapa perusahaan manufaktur seperti PT Krakatau Steel memanfaatkan kembali sisa material besi baja kereta. Mitra industri seperti PT Pindad dan PT Barata Indonesia turut mengolah aset menjadi produk baru. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Nasional
Buruh Gelar Aksi Unjuk Rasa...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.