Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PSG Siap Menjadi Penguasa Baru Liga Champions

📅 Kamis, 28 Mei 2026, 06:24 WIB | Oleh:
PSG Siap Menjadi Penguasa Baru Liga Champions Doc: FRANCK FIFE / AFP
Ket. Gelandang Paris Saint-Germain, Desire Doue, berlatih selama sesi latihan menjelang pertandingan final Liga Champions UEFA melawan klub sepak bola Inggris Arsenal FC di PSG Campus di Poissy, Paris pada 20 Mei 2026.

PARIS - Paris tidak lagi sekadar menjadi kota impian yang dipenuhi gemerlap dan ambisi mahal sepak bola modern. Di bawah kepemimpinan Luis Enrique, Paris Saint-Germain kini berubah menjadi mesin sepak bola paling menakutkan di Eropa.

Jika gelar Liga Champions musim lalu menghapus kutukan panjang mereka di kompetisi elite benua biru, maka bila meraih trofi kedua secara beruntun musim ini akan mengangkat PSG ke deretan tim legendaris sepanjang masa. Dua belas bulan lalu, PSG menorehkan malam bersejarah di Munich dengan mengalahkan Inter Milan 5-0 dalam laga final Liga Champions. Final Liga Champions musim ini akan dihelat pada harai Sabtu, 30 Mei pukul 23.00 WIB di Budapest, Hungaria.

Kemenangan itu menjadi margin terbesar dalam sejarah final kompetisi tertinggi Eropa dan sekaligus penegasan bahwa klub asal Paris akhirnya menemukan identitas sejatinya. Kini, perjalanan menuju keabadian membawa mereka ke Budapest untuk menghadapi juara Liga Inggris, Arsenal. Tantangan itu bukan sekadar perebutan trofi, melainkan pembuktian bahwa dominasi PSG bukan fenomena sesaat.

Dalam 18 bulan terakhir, hampir tidak ada tim yang mampu menghentikan laju agresif mereka. Pep Guardiola bersama Manchester City gagal menemukan jawaban. Bayern Munich pun tumbang dalam duel semifinal yang intens. Arsenal sendiri pernah merasakan kepedihan serupa ketika disingkirkan PSG pada semifinal musim lalu.

“Sebagai juara bertahan, kami bisa melakukannya lagi,” ujar Khvicha Kvaratskhelia kepada UEFA. Ucapan winger asal Georgia itu mencerminkan keyakinan baru di ruang ganti PSG. Tidak ada lagi bayang-bayang inferioritas yang selama bertahun-tahun menghantui klub tersebut di Liga Champions. PSG kini bermain dengan keyakinan penuh bahwa mereka mampu mengalahkan siapa pun selama tetap setia pada gaya permainan sendiri.

Kvaratskhelia menjadi simbol transformasi itu. Dengan tujuh gol dan tiga assist di fase gugur musim ini, dia menjelma salah satu pemain paling menentukan di kompetisi. Namun keberhasilan PSG bukan lahir dari satu individu, melainkan dari perubahan filosofi yang dilakukan Luis Enrique sejak kedatangannya pada tahun 2023.

Saat Enrique tiba, PSG sedang memasuki akhir era glamor. Lionel Messi dan Neymar pergi meninggalkan Paris setelah proyek bertabur superstar gagal memenuhi ekspektasi Eropa. Setahun kemudian, Kylian Mbappe juga hengkang.

Selama bertahun-tahun sejak diambil alih Qatar pada tahun 2011, PSG identik dengan pengeluaran besar tanpa legitimasi Eropa. Mereka beberapa kali tersandung secara dramatis dan bahkan menjadi simbol kegagalan klub kaya raya yang tidak mampu membeli tradisi juara.

Luis Enrique mengubah citra itu secara total. PSG kini bukan lagi tim yang hidup dari ketenaran individu, melainkan kolektivitas dengan disiplin tinggi dan intensitas permainan luar biasa. Sentuhan Enrique dipadukan dengan kecermatan perekrutan pemain oleh penasihat sepak bola Luis Campos membentuk skuad muda yang lapar dan eksplosif. “Dia pelatih dengan ide yang sangat jelas. Energinya luar biasa dan dia membawa mentalitas baru,” ujar Ousmane Dembele.

Dembele sendiri menjadi contoh paling nyata dari revolusi PSG. Dulu ia dikenal sebagai winger eksplosif namun tidak konsisten. Kini, pemain Prancis itu menjelma mesin gol yang lebih matang dan efisien. Musim lalu ia mencetak 35 gol sekaligus meraih Ballon d’Or. Meski musim ini sempat diganggu masalah kebugaran, Dembele tetap mencatatkan 19 gol dan 11 assist hanya dalam 24 penampilan sebagai starter.

Menariknya, di usia 29 tahun Dembele justru termasuk pemain senior dalam skuad PSG. Hanya Fabian Ruiz, Lucas Hernandez, dan kapten Marquinhos yang lebih tua darinya. Mayoritas skuad PSG dipenuhi pemain muda dengan energi tanpa henti, membuat mereka mampu menekan lawan dengan intensitas yang nyaris brutal sepanjang pertandingan.

Tantangan Berbeda

Namun tantangan melawan Arsenal dipastikan berbeda. Klub London itu memiliki organisasi permainan yang disiplin dan pengalaman pahit musim lalu bisa menjadi modal penting. Meski demikian, konsistensi PSG di era Enrique sulit diabaikan. Mereka telah mencapai tiga semifinal Liga Champions berturut-turut di bawah pelatih asal Spanyol tersebut. Sebelum itu, PSG hanya tiga kali mencapai fase tersebut sepanjang sejarah klub.

Mempertahankan gelar Liga Champions merupakan tugas yang hampir mustahil. Di era modern, hanya Real Madrid asuhan Zinedine Zidane yang mampu melakukannya melalui tiga gelar beruntun antara 2016 hingga 2018. Sebelum itu, pencapaian serupa terakhir diraih AC Milan era Arrigo Sacchi pada akhir 1980-an.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.