Kawal Pengawasan Obat dan Makanan demi Mendukung Masyarakat
📅 Jumat, 27 Mar 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiLalu mengenai pengawasan BPOM terhadap MBG-Kopdes Merah Putih?
Pihak BPOM akan menargetkan penambahan 17 Unit Pelaksana Tugas (UPT) pada 2026 guna menyukseskan program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.
Saat ini pihak BPOM baru memiliki 83 unit, dari sebelumnya 76 unit pada 2025. Penambahan 17 unit tersebut akan menggenapi UPT menjadi 100.
Sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 115 tentang Program Makan Bergizi Gratis, BPOM adalah yang berwewenang mengawasi keamanan makanan yang disajikan. Kalau unit pelaksana teknis kita jumlahnya hanya seperti sekarang, kita agak kewalahan mengawasi yang jumlahnya 30 ribuan lebih dapur atau SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu ada sekitar 83 ribu Koperasi Desa Merah Putih. Dari angka tersebut, sekitar 54 ribu memiliki apotek atau toko obat. 54 ribu itu kalau kita tidak awasi kan cukup menjadi masalah suatu ketika, oleh karena itu Badan POM sangat layak menambah jumlah.
Lalu langkah yang telah ditempuh BPOM dalam mengedukasi UMKM untuk meningkatkan kualitas produknya?
BPOM baru-baru ini telah meluncurkan buku saku tentang uji produk untuk mengedukasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dalam meningkatkan kualitas produknya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini Indonesia memiliki sekitar 65,5 juta UMKM, dan UMKM berkontribusi sekitar 61,9 persen dari produk domestik bruto (PDB) serta menyerap sekitar 119 juta tenaga kerja. Dari 65,5 juta UMKM itu, sekitar 4,2 juta adalah UMKM pangan, obat-obatan, serta kosmetik.
Dari 4,2 juta itu, yang BPOM baru sempat layani baru sekitar 1,7 juta. Berarti masih ada 3 juta lebih yang belum kita sentuh dan semua itu adalah tanggung jawab besar bagi kami.
Peluncuran buku saku tersebut merupakan upaya BPOM dalam mendorong kemajuan UMKM guna mengejar target peningkatan ekonomi nasional sebesar 8 persen per tahun. Seperti kita ketahui, UMKM memiliki peran yang signifikan dalam ketahanan kesehatan dan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, penting juga untuk meningkatkan kualitas produk-produk UMKM tersebut.
Harapan Anda mengenai buku saku ini?
Sebagai institusi yang menjamin keamanan produk pangan, obat-obatan, dan kosmetik, BPOM memberikan upaya nyata dengan asistensi, edukasi, dan bimbingan, agar produk UMKM semakin baik keamanan dan kualitasnya.
Misalnya dari pangan siap saji menjadi pangan steril komersial, itu contohnya kalau dulu produknya cuma bisa dipakai 1-2 hari basi, maka kita bantu lewat asistensi, pembimbingan maka nanti dia produknya bisa bertahan 6 bulan sampai 1,5 tahun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!