Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengaduan Kekerasan ke Komnas Perempuan Tertinggi Berasal Dari Jakarta

📅 Jumat, 17 Jul 2026, 19:15 WIB | Oleh:
Pengaduan Kekerasan ke Komnas Perempuan Tertinggi Berasal Dari Jakarta Doc: ANTARA/Anita Permata Dewi
Ket. Paparan yang disampaikan oleh Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII di Jakarta, Kamis (16/7).

JAKARTA -- Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) hingga Juni 2026, mencatat telah menerima pengaduan kekerasan terhadap perempuan yang terbanyak dari DKI Jakarta dan Jawa Barat.

"Data per 30 Juni 2026, asal pengaduan terbanyak adalah dari DKI Jakarta dengan 561 kasus, kemudian Jawa Barat 457 kasus," kata Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII di Jakarta, Kamis (16/7).

Selanjutnya disusul jumlah pengaduan dari Jawa Timur, Banten, dan Jawa Tengah dengan masing-masing 115 kasus, 109 kasus, dan 109 kasus.

Komnas Perempuan sendiri memiliki sejumlah kanal pengaduan yang meliputi Bitly, email, datang langsung, surat, WhatsApp, telepon, dan media sosial.

"Dengan kanal digital mendominasi pelaporan," kata dia.

Sepanjang 2026, pihaknya menerima total pengaduan sebanyak 1.833 kasus atau 10 pengaduan per hari.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.279 kasus dapat dilanjutkan.

"Dan 554 kasus tidak dapat dilanjutkan, karena misalnya kronologi tidak lengkap, kemudian korban tidak bersedia untuk melanjutkan atau mencabut laporannya, atau korban tidak dapat dihubungi kembali ini," kata Maria Ulfah Anshor.

Kemudian dari jumlah kasus yang dapat dilanjutkan, 641 telah mendapat penyikapan.

Sementara dari analisis kekerasan berbasis gender, tercatat ada 520 kasus ranah personal yang meliputi kekerasan terhadap istri, kemudian kekerasan dalam pacaran, kekerasan mantan istri, dan yang lainnya.

"Kemudian ada sebanyak 320 kasus di ranah publik karena kejadiannya di ranah ranah publik. Yang melalui cyber ada 232 kasus, di tempat kerja 31 kasus, kemudian di tempat tinggal ada 31 kasus, dan lainnya sebanyak 29 kasus," kata Maria Ulfah Anshor.

Selanjutnya kategori kekerasan di ranah negara karena pelakunya aparat negara dan kejadiannya sebagian besar ada di ruang-ruang perkantoran negara, tercatat perempuan berhadapan dengan hukum (PBH) 22 kasus, dan lainnya 4 kasus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

SpaceX Berhasil Mengantarkan Astronot ke Stasiun Ruang Angkasa ISS

43 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
SpaceX Berhasil Mengantarka...

Federasi Sepak Bola Swiss Cabut Dukungan untuk Infantino

46 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Federasi Sepak Bola Swiss C...
Olahraga
Masa Depan Ronaldo di Timna...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.