Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Energi Terbarukan Berbasis Komunitas Berdampak Besar ke Ekonomi Jangka Panjang

📅 Jumat, 17 Jul 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Energi Terbarukan Berbasis Komunitas Berdampak Besar ke Ekonomi Jangka Panjang Doc: antara
Ket. Transisi Energi - Jika Menunggu PLN, Implementasi Bakal Lama Tunggu Dana APBN

» Listrik mandiri ini bukan hanya soal teknologi. Tapi juga soal bagaimana negara memberi ruang bagi konsumen dan komunitas untuk ikut berperan dalam transisi energi.

JAKARTA - Center of Economic and Law Studies (Celios), menilai kunci percepatan transisi energi ada pada pelibatan masyarakat sebagai produsen. Hal itu penting agar transisi tersebut tidak hanya memberi manfaat positif pada lingkungan, tetapi juga ke perekonomian masyarakat. 

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira di Jakarta, Kamis (16/7) mengatakan salah satu yang paling urgen saat ini adalah menempatkan masyarakat sebagai produsen energi terbarukan.

Berdasarkan perhitungan Celios, energi terbarukan berbasis komunitas memiliki dampak ekonomi yang sangat besar dalam jangka panjang.

“Celios menghitung potensi manfaat ekonomi komunitas berpotensi memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 10.529 triliun rupiah selama 25 tahun,” kata Bhima.

Selain itu, dampak sosialnya juga signifikan. Energi terbarukan berbasis komunitas dinilai mampu menurunkan angka kemiskinan hingga lebih dari 16 juta orang.

“Di sisi ketenagakerjaan, terdapat peluang kesempatan kerja sebesar 96 juta orang di berbagai sektor,” tambah Bhima.

Bhima menyoroti bahwa pemanfaatan energi surya tidak harus selalu menunggu jaringan PLN. Ia mendorong agar 100 GW panel surya pertama difokuskan untuk sistem off-grid.

“Jadi panel surya dalam 100 GW idealnya off-grid untuk daerah dengan akses listrik yang terbatas atau gantikan listrik dari diesel atau de-dieselisasi,” jelasnya.

Model tersebut dinilai paling relevan untuk pemerataan akses listrik di wilayah 3T (tertinggal, terluar dan terdepan) dan memotong ketergantungan pada BBM subsidi di pembangkit diesel.

“Tanpa fokus ke masyarakat sebagai produsen dan menunggu PLN, maka implementasi akan berlangsung lama dan bergantung pada APBN,” tegas Bhima.

Bhima menilai jika transisi energi hanya bertumpu pada proyek skala besar dan skema pengadaan oleh PLN, maka prosesnya akan lambat dan membebani keuangan negara.

Model berbasis komunitas, lanjutnya, justru bisa berjalan lebih cepat karena menggerakkan investasi warga, koperasi, dan UMKM di daerah. Selain itu juga menciptakan kemandirian energi dan ekonomi lokal.

“Energi bersih harus beriringan dengan keadilan energi. Masyarakat tidak hanya jadi konsumen, tapi juga pemilik dan pengelola pembangkit,” pungkas Bhima.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Trump Kembali Desak Jerome Powell Mundur dari The Fed

14 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump Kembali Desak Jerome ...
Nasional
DPR Dorong Akselerasi Serti...
Advertisement
Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Stabil di Peringkat ke-13 Walau Tambah Emas dari Panahan

Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Stabil di Peringkat ke-13 Walau Tambah Emas dari Panahan

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.