Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kawal Pengawasan Obat dan Makanan demi Mendukung Masyarakat

📅 Jumat, 27 Mar 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

BPOM telah membahas perkembangan kebijakan regulasi obat dan makanan nasional serta peluang penguatan kolaborasi dalam mendukung inovasi dan investasi industri kesehatan dan pangan dengan American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham)

AmCham Indonesia ini merupakan asosiasi yang mewakili perusahaan-perusahaan Amerika yang beroperasi di Indonesia, termasuk farmasi, pangan, kosmetik, dan produk kesehatan. Organisasi ini berperan sebagai wadah komunikasi antara pelaku usaha dan pemerintah dalam rangka mendukung iklim investasi yang kondusif serta memperkuat kemitraan ekonomi antara Indonesia dan AS.

Total revenue dari industri obat dan makanan sangat besar. Oleh karena itu, kami ingin memastikan BPOM juga dapat berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui regulasi yang efisien dan kondusif bagi investasi.

Kami terus mendukung hal ini dengan melakukan berbagai reformasi regulasi untuk mempercepat proses layanan sekaligus meningkatkan kepastian bagi pelaku usaha.

Selain percepatan evaluasi obat, BPOM juga terus meningkatkan efisiensi layanan lain, termasuk percepatan penerbitan Surat Keterangan Impor (SKI) untuk memperlancar arus logistik dan mendukung kelancaran kegiatan usaha.

Apakah kerja sama seperti ini tidak akan mengurangi kewenangan nasional dalam pengawasan obat dan makanan?

Kerja sama ini justru tidak mengurangi kewenangan nasional dalam pengawasan obat dan makanan, melainkan dapat memperkuat efisiensi regulasi melalui pemanfaatan hasil evaluasi regulator lain sebagai referensi ilmiah melalui mekanisme reliance.

Dialog antara regulator dan pelaku industri merupakan bagian penting dalam memperkuat ekosistem regulasi yang transparan, adaptif, dan berdaya saing global. Melalui komunikasi yang konstruktif, BPOM dan AmCham Indonesia diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung inovasi, investasi, serta perlindungan kesehatan masyarakat di Indonesia.

BPOM menyambut baik dan menegaskan komitmen BPOM dalam mendorong peningkatan investasi industri kesehatan dan pangan di Indonesia, termasuk pemanfaatan sumber daya alam Indonesia sebagai bahan baku produk kesehatan dan kosmetik yang bernilai tambah tinggi.

BPOM menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi investasi selama tetap memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu produk yang beredar di masyarakat.

Bagaimana dengan evaluasi BPOM terkait keamanan pangan yang dijual kepada masyarakat selama Ramadan lalu?

BPOM telah membina 2.407 pedagang takjil bermasalah di 513 lokasi pengawasan yang tersebar di 38 provinsi guna memastikan pangan yang dijual kepada masyarakat selama Ramadan aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Pembinaan agar pelaku usaha tidak mengulangi penggunaan bahan berbahaya atau menjual pangan mengandung bahan berbahaya ini karena dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Dorong HR Naik Kelas, Mekari Talenta Perkuat Kapabilitas AI

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Rona
Dorong HR Naik Kelas, Mekar...
Event Jakarta Akhir Pekan 18-19 Juli 2026: Ada Flying Trapeze hingga Diskon FJGS

Event Jakarta Akhir Pekan 18-19 Juli 2026: Ada Flying Trapeze hingga Diskon FJGS

17 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.