Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mesin Industri Tak Lagi Sekencang Dulu, Ekspansi Melambat pada Triwulan II 2026

📅 Jumat, 17 Jul 2026, 19:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mesin Industri Tak Lagi Sekencang Dulu, Ekspansi Melambat pada Triwulan II 2026 Doc: ANTARA/ Fakhri Hermansyah.
Ket. Ilustrasi - Seorang pekerja melintas di samping tumpukan koil baja untuk bahan dasar pipa.

JAKARTA – Melambatnya ekspansi industri pengolahan mengindikasikan bahwa aktivitas manufaktur masih menghadapi tekanan, baik dari sisi permintaan maupun biaya produksi.

Pelemahan permintaan global, ketidakpastian ekonomi, serta kenaikan harga bahan baku dan biaya logistik menjadi faktor yang memengaruhi laju pertumbuhan sektor ini.

Meski industri masih berada dalam fase ekspansi, perlambatan tersebut menjadi sinyal perlunya upaya untuk memperkuat daya saing melalui peningkatan produktivitas, diversifikasi pasar ekspor, serta penguatan pasar domestik.

Dengan dukungan kebijakan yang tepat, sektor industri pengolahan diharapkan tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi, pencipta lapangan kerja, dan penggerak hilirisasi nasional.

Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa kinerja lapangan usaha (LU) industri pengolahan pada triwulan II 2026 tetap terjaga dan berada pada fase ekspansi atau indeks lebih dari 50 persen, yang tecermin dari PMI-BI sebesar 51,43 persen.

Namun, angka Prompt Manufacturing Index (PMI)-BI triwulan II 2026 sedikit lebih rendah apabila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang sebesar 52,03 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menyampaikan bahwa mayoritas komponen berada pada fase ekspansi, yaitu volume produksi, volume persediaan barang jadi, dan volume total pesanan.

Ketiga komponen tersebut masing-masing tercatat sebesar 53,81 persen, 53,00 persen serta 52,77 persen.

Berdasarkan sublapangan usaha (sub-LU), sebagian besar sub-LU juga berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada industri mesin dan perlengkapan (58,24 persen), diikuti oleh industri makanan dan minuman (54,05 persen), industri logam dasar (53,59 persen), serta industri barang galian bukan logam (53,22 persen).

Pada triwulan III 2026, kinerja LU industri pengolahan diprakirakan meningkat dan tetap berada pada fase ekspansi, tecermin dari PMI-BI sebesar 52,32 persen.

Ekspansi terutama didorong oleh volume produksi (54,33 persen), volume persediaan barang jadi (53,67 persen), dan volume total pesanan (53,66 persen).

Mayoritas sub-LU diprakirakan berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada industri mesin dan perlengkapan (56,62 persen), diikuti oleh industri pengolahan tembakau (56,00 persen), industri logam dasar (55,87 persen), serta industri alat angkutan (55,44 persen).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...

Harga Cabai Rawit Rp102.250/Kg, Telur Ayam Rp28.400/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp102.250...
Advertisement
Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.