Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ribuan Warga Padati Upacara Saparan Bekakak di Gamping, Sleman

📅 Jumat, 17 Jul 2026, 19:25 WIB | Oleh:
Ribuan Warga Padati Upacara Saparan Bekakak di Gamping, Sleman Doc: antara foto
Ket. Upacara adat sarapan bekakak di Gamping, Sleman.

SLEMAN - Ribuan warga di Kabupaten Sleman dan Yogyakarta serta dari berbagai daerah memadati prosesi dan kirab rangkaian upacara adat Saparan Bekakak di Ambarketawang, Kapanewon (Kecamatan) Gamping, Kabupaten Sleman, Jumat (17/7).

Bupati Sleman Harda Kiswaya turut menghadiri upacara adat turun temurun tersebut yang diawali di Lapangan Kalurahan (setingkat desa) Ambarketawang, Gamping.

Harda turut mengikuti rangkaian prosesi Saparan Bekakak sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelestarian adat lokal.

Upacara adat diawali dengan prosesi khidmat yang diikuti oleh seluruh barisan bregodo (prajurit tradisional), berupa ritual pecah kendi dilanjutkan pelepasan burung ke udara bebas sebagai simbol kebebasan dan keselarasan dengan alam.

Usai prosesi pembuka, kemeriahan beralih ke jalanan di wilayah setempat berupa kirab bregodo yang bergerak mengarak sesaji Bekakak serta deretan berbagai kelompok kesenian masyarakat setempat dan sejumlah ogoh-ogoh raksasa menuju destinasi akhir di Gunung Gamping.

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan bahwa agenda rutin ini bukan sekadar warisan budaya bernilai tinggi, melainkan juga sarana penting untuk menyatukan masyarakat lintas wilayah.

Menurut dia, ada banyak pelajaran berharga dan hikmah yang dapat dipetik guna membangun hubungan yang harmonis.

"Saparan Bekakak ini merupakan simbol rasa syukur masyarakat Ambarketawang kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui tradisi, harapannya, warga mendapatkan berkah, dijauhkan dari marabahaya, diberikan tanah yang subur, kesehatan, keselamatan, serta rezeki yang melimpah," katanya.

Harda mengapresiasi semangat gotong royong dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat serta pemerintah daerah dalam melestarikan adat budaya luhur dan berharap, konsistensi ini dapat terus menjaga eksistensi seni dan tradisi di tengah perkembangan zaman.

Acara ditutup dengan prosesi penyembelihan sepasang Bekakak, yakni replika pengantin yang terbuat dari tepung ketan dan gula merah.

Prosesi puncak tersebut dilaksanakan dengan khidmat di Petilasan Gunung Gamping.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.