Menko Pangan Sebut Koperasi Desa Merah Putih Bukan Supermarket
📅 Kamis, 16 Jul 2026, 17:50 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa mekanisme kerja Koperasi Desa Merah-Putih (KDMP) berbeda dengan supermarket. Hal itu diungkapkannya, usai mengikuti rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan, Jakarta, bersama Presiden Prabowo Subianto.
Penegasan itu disampaikannya untuk merespon pandangan publik yang menyamakan fungsi dari kehadiran KDMP dengan supermarket. Padahal secara fungsi dan peranannya, KDMP dipastikan Menko Pangan, sangat berbeda dengan supermarket pada umumnya.
Dalam ratas itu Zulhas mengungkapkan, Kepala Negara menegaskan bahwa KDMP memiliki peranan strategis dalam menyukseskan program prioritas pemerintah. Seperti salah satunya diungkapkan Menko Pangan, Zulhas, yakni fungsi KDMP sebagai infrastruktur strategis pemerintah.
"Yang Koperasi Desa Merah Putih itu adalah yang selama ini digambarkan seperti supermarket atau apa. Jadi Koperasi Desa Merah Putih itu adalah infrastrukturnya pemerintah," kata Zulhas saat menggelar konferensi pers di Pilar, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7).
Dari peranan strategis itulah, lebih lanjut dijelaskan Menko Pangan, bahwa KDMP memiliki dua fungsi dan peranan yang penting. Hal ini menjadi bentuk nyata kehadiran KDMP, sebagai salah satu program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menuturkan untuk peranan KDMP yang pertama, yakni menjadi penyalur kebutuhan logistik masyarakat, melalui program bantuan sosial (bansos). Sementara peran dan fungsi yang kedua, yakni untuk mengambil alih penjualan produk hasil pertanian, yang tidak terjual di pasaran.
"Pertama, untuk menyampaikan barang-barang yang bantuan, bantuan sosial, kemudian barang-barang subsidi, semua nanti melalui Koperasi Desa Merah-Putih. Nomor dua, dia (KDMP) sebagai offtaker, kalau harga seperti gabah, jagung, dan lain di bawah harga yang sudah ditentukan pemerintah," ujar dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!