Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Klook Rilis Spring Readiness Index 2026: Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok Jadi Incaran Utama Wisatawan Asia

📅 Selasa, 10 Mar 2026, 22:40 WIB | Oleh:
Klook Rilis Spring Readiness Index 2026: Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok Jadi Incaran Utama Wisatawan Asia Doc: Klook
Ket. Sakura yang sedang bermekaran. Spring Readiness Index dari Klook mengungkap Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok sebagai destinasi favorit 2026. Temukan tren perjalanan terbaru, solusi "Bloom Back Guarantee" jika sakura gagal mekar, hingga akses eksklusif ke Secret Garden Everland hanya di Klook.

JAKARTA — Klook, platform pemesanan aktivitas dan pengalaman terkemuka di Asia Pasifik, resmi meluncurkan Spring Readiness Index atau Indeks Kesiapan Musim Semi. Indikator ini merupakan tinjauan musiman komprehensif yang memberikan gambaran terkini mengenai kesiapan serta preferensi wisatawan dalam menyambut periode puncak perjalanan musim semi, sekaligus menjadi ekstensi strategis dari riset tahunan Travel Pulse milik Klook.

Berdasarkan insight dari 900 wisatawan di sembilan pasar utama Asia yaitu Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, Thailand, Vietnam, Hong Kong, Taiwan, dan India, negara Jepang (78%) tetap mengukuhkan posisinya sebagai destinasi primadona untuk perjalanan musim semi.  Posisi ini kemudian disusul oleh Korea Selatan (52%) dan Tiongkok Daratan (42%).

Survei tersebut turut mengungkapkan bahwa motivasi utama wisatawan melakukan kunjungan pada periode Maret–April adalah untuk menikmati berbagai atraksi khas dan fenomena alam musim semi di kedua negara itu.

Vice President, Global Marketing Klook, Marcus Yong, menyampaikan bahwa tren perjalanan musim semi saat ini mencerminkan pola pikir wisatawan yang semakin terencana namun adaptif. Melalui Spring Readiness Index, pihaknya mengobservasi bagaimana wisatawan kini menerapkan fleksibilitas yang lebih besar dalam merencanakan perjalanan, sambil tetap memprioritaskan pengalaman yang paling bermakna, mulai dari eksplorasi budaya lokal hingga petualangan kuliner khas.

Insight ini juga membantu membentuk cara Klook dalam mendukung wisatawan, baik secara digital “maupun pendampingan langsung di lapangan, sepanjang musim perjalanan berlangsung,” ujarnya melalui siaran pers pada hari Selasa (10/3).

Temuan ini selaras dengan hasil Travel Pulse 2026 dari Klook, yang menunjukkan bahwa “pemandangan atau pertunjukan alam musiman” termasuk periode mekarnya bunga, menjadi pengalaman paling dicari wisatawan pada tahun 2026.

Spring Readiness Index juga mengungkap tren discovery-driven travel, di mana wisatawan semakin terdorong untuk mengejar pengalaman baru sekaligus memaksimalkan nilai (value) dari setiap perjalanan yang mereka lakukan.

Ketimbang memilih antara kota besar atau destinasi hidden gem, semakin banyak wisatawan kini menggabungkan keduanya dalam satu perjalanan multi-destinasi. Menurut data Travel Pulse Klook, dua pertiga wisatawan berencana mengunjungi lebih dari satu lokasi dalam satu rangkaian perjalanan, menandai pergeseran dari itinerary konvensional menjadi perjalanan yang lebih eksploratif.

Kota metropolitan pun tidak lagi sekadar menjadi tujuan akhir, melainkan berfungsi sebagai gerbang utama bagi wisatawan untuk merambah destinasi eksotis lainnya. Data internal Klook periode Maret–April 2025 menunjukkan pertumbuhan minat yang masif di berbagai destinasi berkembang, antara lain:

Jepang: Fukuoka, Nagoya, Hiroshima

Korea Selatan: Gyeonggi-do, Gangwon-do, Gyeongju

Tiongkok : Qingyuan City, Yinchuan City, Lijiang City

Responden menyebutkan bahwa kepadatan di atraksi wisata, termasuk antrean panjang, merupakan kekhawatiran utama (47%). Kekhawatiran lainnya adalah risiko melewatkan momen puncak (peak) mekarnya bunga sakura (41%). Di sisi lain, sebagian besar wisatawan mengaku tidak terlalu terbebani oleh faktor stres perjalanan lainnya, seperti ketidakpastian cuaca maupun fluktuasi harga selama periode puncak.

Survei ini juga menunjukkan bahwa tujuh dari sepuluh responden berencana memesan aktivitas, tur, dan tiket atraksi dalam rentang waktu dua bulan sebelum keberangkatan. Jendela pemesanan yang relatif singkat ini mencerminkan kecenderungan wisatawan untuk menjaga fleksibilitas, terutama guna menyesuaikan dengan prakiraan mekarnya bunga sakura (sakura forecast). Secara kolektif, temuan ini menunjukkan bahwa wisatawan di Asia semakin percaya diri dalam merancang perjalanan musim semi mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Kenaikan biaya harga pakan ayam

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Kenaikan biaya harga pakan ...

Pameran Indofest 2026

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pameran Indofest 2026

Pendaftaran SMPB di Jateng

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pendaftaran SMPB di Jateng
Ekonomi
Potensi komoditas kakao Jem...
Daerah
Anak harimau sumatra di TSI...

Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta

3 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.