Pantai Kolbano, Pesona Pesisir dengan Hamparan Batu Warna-warni
📅 Jumat, 31 Jul 2026, 07:23 WIB | Oleh: Haryo BronoBAGI sebagian besar orang, pantai identik dengan hamparan pasir putih atau hitam yang membentang di sepanjang garis pantai. Namun, pemandangan berbeda akan dijumpai ketika berkunjung ke Pantai Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur.
Pantai yang berada di Desa Kolbano, Kecamatan Kolbano, ini justru menghadirkan hamparan batu-batu kerikil berwarna-warni sebagai lanskap utamanya. Batu-batu berukuran kecil hingga sedang memenuhi tepian pantai dan menciptakan pemandangan yang menjadi ciri khas Kolbano.
Warna batu yang beragam, mulai dari merah, kuning, hijau, putih, cokelat hingga hitam, berpadu dengan birunya laut di pesisir selatan Pulau Timor. Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan sendiri menggambarkan Kolbano sebagai pantai yang memiliki ribuan batu berwarna-warni yang menggantikan hamparan pasir.
Namun, di balik keindahan tersebut terdapat proses geologi yang panjang. Batu-batu di Pantai Kolbano bukan muncul begitu saja, melainkan merupakan bagian dari sejarah geologi Pulau Timor yang sangat kompleks.
Warisan Geologi
Sebaiknya Anda baca juga:
Keunikan Pantai Kolbano sebenarnya dapat dibaca sebagai sebuah "buku" tentang perjalanan geologi Timor. Kawasan ini merupakan bagian dari zona geologi yang terbentuk dari berbagai material batuan yang berasal dari lingkungan pengendapan berbeda dan berumur sangat tua.
Penelitian geologi menunjukkan bahwa kawasan Kolbano tersusun atas rangkaian batuan sedimen yang usianya membentang dari zaman Paleozoikum hingga Kenozoikum. Di kawasan ini antara lain ditemukan batu gamping, batuan lempung, batupasir, serta batuan silika seperti radiolarit.
Sebagian batuan tersebut terbentuk ketika wilayah Timor masih merupakan bagian dari lingkungan laut purba. Material yang mengendap di dasar laut kemudian mengalami pemadatan dan sementasi selama jutaan tahun hingga menjadi batuan sedimen.
Sejarah geologi tersebut kemudian semakin kompleks ketika lempeng Australia berinteraksi dengan sistem Busur Banda. Timor berada di zona tumbukan antara tepian benua Australia dan Busur Banda, sebuah proses tektonik yang menyebabkan lapisan-lapisan batuan terlipat, tersesar, terangkat, dan tersusun menjadi kompleks geologi seperti yang terlihat sekarang.
Dengan kata lain, batu yang sekarang diinjak wisatawan di Pantai Kolbano dapat merupakan bagian dari material geologi yang telah mengalami perjalanan sangat panjang sebelum akhirnya terkumpul di garis pantai.
Keunikan batu berwarna di Kolbano ternyata tidak hanya menarik perhatian wisatawan. Fenomena tersebut juga menjadi objek penelitian ilmiah.Pada 2024, Yanti Boimau, Angelikus Olla, Hilari F. Lipikuni, Wenti M. Maubana, dan Hery Leo Sianturi menerbitkan penelitian berjudul “Analisis Batuan Bawah Permukaan Pantai Kolbano Berdasarkan Data Geolistrik Resistivitas” dalam Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika.
Penelitian tersebut menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger untuk memetakan pola lapisan batuan bawah permukaan, mengidentifikasi jenis batuan berdasarkan nilai resistivitas, serta memperkirakan ketebalan lapisan batuan di kawasan Pantai Kolbano. Penelitian dilakukan melalui empat lintasan dengan panjang lintasan hingga 400 meter.
Hasil interpretasi menunjukkan adanya dua jenis batuan utama yang teridentifikasi di bawah permukaan kawasan penelitian, yakni batuan aluvium dan batu gamping. Batuan aluvium diinterpretasikan memiliki nilai resistivitas sekitar 38,5–800 Ωm, sedangkan batu gamping memiliki nilai resistivitas sekitar 801–187.433 Ωm. Ketebalan lapisan yang diinterpretasikan sebagai aluvium berada pada kisaran 5,5–73,8 meter.
Yang paling menarik, penelitian tersebut secara eksplisit membahas batu berwarna yang menjadi material pertambangan di Desa Kolbano. Berdasarkan nilai resistivitas yang diperoleh, peneliti mengklasifikasikan material batu berwarna tersebut sebagai batuan aluvium.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!