Aktivis Iran Sebut Jumlah Korban Tewas dalam Aksi Protes Mencapai 544 Orang
📅 Senin, 12 Jan 2026, 12:25 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: UGC via AP
DUBAI — Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran mengusulkan negosiasi setelah ia mengancam akanmenyerang negara itu atas tindakan keras berdarah yang menargetkan para demonstran. Para aktivis mengatakan jumlah korban tewas dalam protes meningkat menjadi 544 orang.
Trump dan tim keamanan nasionalnya telah mempertimbangkan berbagai respons potensial terhadap Iran termasuk serangan siber dan serangan langsung oleh AS atau Israel, menurut dua orang yang mengetahui diskusi internal Gedung Putih berbicara dengan syarat anonim kepada Associated Press.
“Militer sedang mempertimbangkannya, dan kami sedang mempertimbangkan beberapa opsi yang sangat kuat,” kata Trump kepada wartawan di Air Force One pada Minggu (11/1) malam. Ditanya tentang ancaman pembalasan Iran, dia berkata: “Jika mereka melakukan itu, kami akan menyerang mereka pada tingkat yang belum pernah mereka alami sebelumnya.”
Trump mengatakan pemerintahannya sedang dalam pembicaraan untuk mengatur pertemuan dengan Teheran, tetapi ia memperingatkan mungkin harus bertindak terlebih dahulu karena laporan tentang jumlah korban tewas di Iran terus meningkat dan pemerintah terus menangkap para demonstran.
“Saya rasa mereka sudah lelah diperlakukan semena-mena oleh Amerika Serikat,” kata Trump. “Iran ingin bernegosiasi.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Tidak ada tanggapan langsung dari Iran mengenai tawaran pertemuan tersebut. Pengerahan militer AS besar-besaran di Karibia merupakan faktor yang harus dipertimbangkan Pentagon dan perencana keamanan nasional Trump.
Teheran juga memperingatkan bahwa militer AS dan Israel akan menjadi "target yang sah" jika Amerika menggunakan kekuatan untuk melindungi para demonstran. Sementara itu, Trump mengatakan Republik Islam itu telah menghubungi dan mengusulkan negosiasi.
Lebih dari 10.600 orang telah ditahan selama dua minggu aksi protes, kata Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di AS. Kantor berita tersebut bergantung pada pendukung di Iran untuk memeriksa silang informasi. Dikatakan bahwa 496 dari korban tewas adalah demonstran dan 48 adalah anggota pasukan keamanan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan pemadaman jaringan internet dan saluran telepon di Iran, mengukur demonstrasi dari luar negeri menjadi lebih sulit. Associated Press mengatakan belum dapat secara independen menilai jumlah korban. Sementara Pemerintah Iran belum memberikan angka korban secara keseluruhan.
Mereka yang berada di luar negeri khawatir pemadaman informasi tersebut mendorong kelompok garis keras di dalam dinas keamanan Iran untuk melancarkan penindakan berdarah. Para pengunjuk rasa membanjiri jalan-jalan di ibu kota negara dan kota terbesar kedua pada Sabtu malam hingga Minggu pagi. Video daring diduga menunjukkan lebih banyak demonstrasi pada Minggu malam hingga Senin, seorang pejabat Teheran mengakui hal tersebut di media pemerintah.
Perlawanan di Parlemen
Ancaman untuk menyerang militer AS dan Israel disampaikan dalam pidato parlemen oleh Mohammad Baagher Qalibaf, ketua parlemen garis keras yang pernah mencalonkan diri sebagai presiden di masa lalu.
Ia secara langsung mengancam Israel, menyebutnya sebagai "wilayah pendudukan"
"Jika terjadi serangan terhadap Iran, baik wilayah pendudukan maupun semua pusat militer, pangkalan, dan kapal Amerika di wilayah tersebut akan menjadi target sah kami," kata Qalibaf.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!