Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wali Kota Semarang Agustina Dorong Standarisasi Desa Wisata, Cegah Kesenjangan Perhatian Pusat

📅 Sabtu, 27 Sep 2025, 13:33 WIB | Oleh:
Wali Kota Semarang Agustina Dorong Standarisasi Desa Wisata, Cegah Kesenjangan Perhatian Pusat Doc: Koran Jakarta/IST
Ket. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menerima kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Standarisasi Desa Wisata Komisi VII DPR RI di Kampung Alam Malon di Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang.

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan perlunya pemerintah pusat menyusun standarisasi desa wisata agar tidak terjadi kesenjangan perhatian antara daerah kabupaten dan kota.

Hal itu ia sampaikan ketika menerima kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Standarisasi Desa Wisata Komisi VII DPR RI di Kampung Alam Malon, Kelurahan Gunungpati, Koa Semarang, Jumat (26/9).

Pihaknya menyoroti adanya ketimpangan, di mana program desa wisata lebih banyak menyasar wilayah kabupaten.

Padahal, menurutnya, Kota Semarang juga memiliki banyak kampung wisata yang dikelola masyarakat dengan potensi besar, seperti Kampung Alam Malon yang terkenal sebagai sentra batik warna alam.

“Kami berharap kampung wisata juga mendapat perhatian, sehingga pelaku wisata lokal bisa lebih berkembang. Aspirasi ini kami titipkan melalui Komisi VII agar ada sinergi nyata antara pusat dan daerah,” ujarnya.

Meski begitu, Pemkot Semarang tetap berkomitmen menjaga ekosistem pariwisata lokal. Program promosi, pameran dalam dan luar kota, serta penyusunan kalender event sudah dijalankan untuk memperluas jangkauan kampung wisata.

Bahkan, Agustina mengungkapkan inspirasi baru, yakni memasukkan sektor pariwisata dalam anggaran Rp25 juta per RT per tahun pada 2026 mendatang.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, yang memimpin rombongan, mengakui pentingnya standarisasi sebagai pedoman nasional pengembangan desa wisata.

“Selama ini memang belum ada standarisasi. Padahal, keberadaannya akan memberi kepastian bagi desa wisata berbasis komunitas, serta mendorong kesetaraan antara kabupaten dan kota,” terangnya.

Evita menambahkan, pengaturan standarisasi desa wisata telah masuk dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pariwisata yang rampung dibahas di Komisi VII.

Dengan pengelolaan yang lebih kuat, desa wisata tidak hanya berpotensi menarik lebih banyak wisatawan, tetapi juga memperkuat sektor ekonomi kreatif di tingkat lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Kano Sprint Loloskan Dua Wakil ke Final

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kano Sprint Loloskan Dua Wa...
Megapolitan
Tangerang Masuk Zona Merah ...
Megapolitan
JFW Bagian Penting Jakarta ...
Olahraga
Marselino Gabung Persija, M...
Nasional
Pelaku Usaha Dorong Optimal...
Nasional
Pemerintah Kejar Efisiensi ...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.