Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dulu Tanpa Fasilitas, Kini Samber-Binyeri Tumbuh Jadi Desa Perikanan Modern di Papua

📅 Minggu, 28 Sep 2025, 11:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dulu Tanpa Fasilitas, Kini Samber-Binyeri Tumbuh Jadi Desa Perikanan Modern di Papua Doc: Antara Foto
Ket. Wakil Bupati Biak Numfor Jimmy Kapissa mendampingi Gubernur Papua Pegunungan John Tabo dan Wakil Ketua DPR Papeg Hengky Dany Jikwa saat mengunjungi Kampung Nelayan Modern Samber-Binyeri Biak

Desa Samber-Binyeri di Kabupaten Biak Numfor, Papua, dulunya hanyalah kampung nelayan tradisional. Minim fasilitas, tanpa dermaga kapal, docking, atau ruang penyimpanan dingin (cold storage) untuk menyimpan hasil tangkapan. Kini, wajah kampung itu berubah total.

Berkat intervensi pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Samber-Binyeri telah bertransformasi menjadi kampung nelayan modern, bahkan menjadi simbol kemajuan pesisir Indonesia.

Melalui investasi sebesar Rp22,1 miliar, pemerintah membangun berbagai fasilitas penunjang aktivitas perikanan di kampung nelayan itu, seperti dermaga tambatan kapal, pabrik es, sentra kuliner, cold storage, pangkalan pendaratan ikan, kios perbekalan, hingga dockyard.

Kampung nelayan Desa Samber-Binyeri dihuni oleh 160 nelayan yang mengoperasikan 12 sampan dan 93 perahu motor. Jenis tangkapan utama adalah ikan tuna, cakalang, tongkol, dengan rata-rata hasil tangkapan mencapai 100–200 kg per perahu per hari.

Sekitar 70 persen dari total ikan yang dijual di sentra perikanan di Biak Numfor Pasar Ikan Fandoi berasal dari kampung nelayan ini, yakni sekitar 800–1.000 kg per hari.

KKP mencatat, sebelum modernisasi, pendapatan warga di kampung nelayan hanya berkisar Rp3 juta per bulan, di bawah upah minimum kabupaten (UMK) Biak yang sebesar Rp3,8 juta.

Namun, sejak kampung nelayan itu diresmikan pada 23 November 2023, pendapatan nelayan meningkat signifikan hingga mencapai Rp6 juta per bulan.

Koperasi Produsen Samber Binyeri Maju menjadi pengelola utama aset kampung nelayan modern ini.

Koperasi di kampung nelayan tersebut mengelola berbagai unit usaha, seperti pabrik es, balai pelatihan, sentra kuliner, gedung beku, bengkel nelayan, kios persediaan, kantor, docking kapal, dan cold storage.

Bahkan, koperasi di kampung nelayan itu telah rutin mengirimkan hasil tangkapan ikan para nelayan ke Pulau Jawa. Berdasarkan data KKP, total volume pengiriman telah mencapai 183,27 ton dengan nilai transaksi mencapai Rp3,15 miliar.

Pemerintah, saat ini membangun banyak kampung nelayan yang mencontoh model Kampung Nelayan Samber-Binyeri ke berbagai wilayah pesisir lainnya, melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Inisiatif ini dirancang untuk membangun 100 kampung nelayan modern pada tahun 2025 sebagai tahap awal dari rencana jangka panjang membentuk 1.100 kampung nelayan di seluruh Indonesia, hingga tahun 2028.

Salah satu kriteria utama pembangunan KNMP adalah desa tersebut harus memiliki lebih dari 80 persen penduduk yang berprofesi sebagai nelayan atau pembudidaya ikan dan terintegrasi dengan koperasi desa/kelurahan Merah Putih (KDKMP).

KKP mencatat, dari 12.968 desa tepi laut di Indonesia, sekitar 1.300 desa sudah memiliki koperasi, dan berpotensi menjadi lokasi untuk program ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Megapolitan
Lima Saksi Diperiksa, Polis...
Luar Negeri
Menara Kembar Petronas Dise...
Megapolitan
Kasus Kekerasan Seksual di ...

Harga Garam Anjlok saat Kemarau

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Harga Garam Anjlok saat Kem...
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.