Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KSP Dukung Gerakan Setop 'Tot-Tot Wuk-Wuk'

5 Selasa, 23 Sep 2025, 11:30 WIB | Oleh:
KSP Dukung Gerakan Setop 'Tot-Tot Wuk-Wuk' KSP Dukung Gerakan Setop 'Tot-Tot Wuk-Wuk' Doc: RRI/Sugandi
Ket. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M Qodari

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari, menegaskan akan mendukung gerakan moral setop 'tot-tot wuk-wuk' oleh netizen. Qodari memahami, keresahan masyarakat atas penggunaan sirene dan strobo oleh mobil pengawal.

Qodari pun menceritakan, ketika dirinya bertugas sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan. Kala itu, ia mengaku, membawa mobil pribadi sendiri tanpa ada pengawalan voorijder. ​

​"Gerakan stop tot-tot, wok-wok, berawal dari protes warganet di media sosial. Warganet yang menyoroti penyalahgunaan sirine dan strobo pejabat publik," kata Qodari dalam keterangan pers, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (23/9).​

Qodari memastikan, pihaknya jarang menggunakan sirene dan strobo saat berkendara. Kebiasaan menggunakan sirene dan strobo tersebut, hanya pernah dilakukan saat ketika dirinya menjabat sebagai Wakil KSP.

"Jadi, hanya pada kondisi-kondisi tertentu saja menggunakan strobo. Misalnya harus mengejar meeting dan yang lain-lain, selebihnya, tidak dipakai," ucap Qodari.

Kemudian, Qodari menuturkan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan contoh menghormati kenyamanan dari pengguna jalan kendati menggunakan pengawalan. Kemudian, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang jarang memakai strobo termasuk dirinya sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

"Pak Mensesneg, Mas Pras sudah menegaskan bahwa pejabat publik harus bijak menggunakan pengawalan. Mencontoh Presiden Prabowo yang hormat kepada pengguna jalan lain," ujar Qodari

Sebelumnya, Mensesneg Prasetyo Hadi mengimbau, pejabat negara agar bijak dalam pengunaan fasilitas pengawalan. Prasetyo mendorong, penggunaan fasilitas sirene tidak secara berlebihan dan harus memperhatikan pengguna jalan lainnya.

"Kita harus memperhatikan kepatutan, kemudian memperhatikan ketertiban masyarakat pengguna jalan yang lain. Sehingga bukan berarti menggunakan fasilitas tersebut, semena-mena atau semau-maunya itu," kata Menteri Prasetyo Hadi kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jumat (19/9). ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
WHO Sebut Enam Langkah Ikli...

BPBD: Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BPBD: Gunung Semeru Luncurk...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

05 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.