Samsung Perkenalkan Visi “Your Companion to AI Living”, Hadirkan AI yang Lebih Personal dan Bermakna
📅 Kamis, 08 Jan 2026, 20:25 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Samsung
JAKARTA – Kecerdasan buatan (AI) kini tak lagi sekadar teknologi di balik layar. Bagi Samsung, AI telah berevolusi menjadi pendamping yang memahami cara manusia hidup, beraktivitas, dan mengambil keputusan sehari-hari. Lewat kehadirannya di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, Samsung menegaskan arah masa depannya melalui visi “Your Companion to AI Living”—sebuah pendekatan yang menempatkan AI sebagai fondasi pengalaman digital yang personal, cerdas, dan bermakna di seluruh ekosistem perangkatnya.
Visi tersebut mencerminkan pandangan Samsung tentang masa depan teknologi: AI yang tidak hanya pintar, tetapi juga relevan dan hadir di momen-momen penting kehidupan pengguna. Di Indonesia, pendekatan ini diwujudkan melalui integrasi AI ke dalam rangkaian produk Samsung yang saling terhubung, mulai dari hiburan di ruang keluarga hingga perangkat rumah tangga.
Presiden Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, menegaskan bahwa pengembangan AI di Samsung tidak ditujukan untuk menggantikan peran manusia. Sebaliknya, teknologi ini dirancang untuk memahami kebiasaan, mempelajari konteks, dan mendukung kebutuhan pengguna secara intuitif.
“Kami melihat AI sebagai mitra yang bekerja bersama pengguna—memahami rutinitas, beradaptasi dengan gaya hidup, dan menghadirkan pengalaman yang lebih relevan di rumah,” ujar Harry Lee dalam keterangan resminya, Kamis (8/1).
Vision AI: Layar yang Lebih Cerdas dan Personal
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai pemimpin pasar TV global selama dua dekade, Samsung terus mendorong inovasi layar rumah melalui Vision AI. Teknologi ini mendefinisikan ulang peran televisi—bukan lagi sekadar alat menonton, tetapi Entertainment Companion yang mampu memahami preferensi pengguna dan beradaptasi dengan kebiasaan mereka.
Dengan Vision AI, TV Samsung dapat menyesuaikan kualitas gambar secara cerdas, mulai dari tingkat kecerahan hingga kontras, berdasarkan konten yang ditampilkan dan kondisi lingkungan sekitar. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pengalaman menonton, tetapi juga mendorong konsumsi energi yang lebih bertanggung jawab—sebuah aspek yang kian penting bagi konsumen Indonesia yang semakin sadar akan keberlanjutan.
Perangkat Rumah Tangga yang Lebih Empatik
Sebaiknya Anda baca juga:
Transformasi AI juga merambah perangkat rumah tangga. Melalui konsep Home Companion, Samsung memposisikan AI sebagai penggerak utama evolusi perangkat rumah. Produk Samsung Bespoke AI tidak lagi bersifat pasif, melainkan mampu memahami konteks dan mendukung rutinitas harian pengguna secara proaktif.
Pendekatan ini mengubah perangkat rumah tangga dari sekadar alat menjadi solusi yang meringankan beban aktivitas sehari-hari. Dengan mempelajari kebiasaan pengguna, AI membantu meningkatkan efisiensi waktu, mengoptimalkan penggunaan energi, dan menghadirkan pengalaman yang lebih intuitif—tanpa menambah kompleksitas.
Harry Lee menekankan bahwa masa depan perangkat rumah tangga terletak pada relevansi dan empati.
“Bagi kami, rumah adalah ruang yang dinamis. AI memungkinkan perangkat menyesuaikan diri dengan ritme harian pengguna, membantu meringankan tugas rutin agar mereka bisa fokus pada hal-hal yang lebih penting dalam hidup,” jelasnya.
“Inilah makna inovasi bagi Samsung—bukan sekadar kecanggihan teknologi, tetapi dampak nyata yang bisa dirasakan setiap hari.”
SmartThings, Ekosistem Terbuka Rumah Cerdas
Seluruh potensi AI tersebut dioptimalkan melalui SmartThings, ekosistem rumah pintar Samsung yang telah menghubungkan lebih dari 400 juta pengguna di seluruh dunia dengan berbagai perangkat lintas merek.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!