Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ruang Fiskal Menyempit, Investasi Asing Makin Krusial

📅 Kamis, 11 Jun 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ruang Fiskal Menyempit, Investasi Asing Makin Krusial Doc: antara
Ket. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai investasi Jepang dalam pembangunan infrastruktur Indonesia sangat penting karena menyediakan pembiayaan jangka panjang yang dibutuhkan proyek-proyek strategis.

JAKARTA – Penanaman Modal Asing (PMA) atau Foreign Direct Investment (FDI) berperan strategis mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama ketika kebutuhan pembiayaan terus meningkat sementara ruang fiskal pemerintah terbatas. Kehadiran modal asing tidak hanya membantu menutup kesenjangan pendanaan, tetapi juga berpotensi membawa transfer teknologi, peningkatan efisiensi, dan penguatan konektivitas ekonomi.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai investasi Jepang dalam pembangunan infrastruktur Indonesia sangat penting karena menyediakan pembiayaan jangka panjang yang dibutuhkan proyek-proyek strategis. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya meningkatkan konektivitas dan daya saing ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, menurunkan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan industri.

Namun, keberhasilannya masih menghadapi tantangan seperti pembebasan lahan, kepastian regulasi, dan kondisi geografis Indonesia, sehingga perlu diarahkan untuk memperkuat pemerataan pembangunan di luar Jawa dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. “Siklus proyek mulai dari tahap perencanaan hingga pemeliharaan harus memperhitungkan risiko kebumian,” ucap Esther di Jakarta, Rabu (10/6).

Sebagai informasi, peluang investasi Jepang pada proyek-proyek strategis di Kota Jakarta terus diupayakan untuk mengalami peningkatan. Hal itu dikatakan Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir saat melakukan kunjungan kerja ke Jakarta pada 4 – 6 Juni 2026.

Dubes Kartini menjelaskan, mengingat rekam jejak positif dari Badan Kerja Sama Internasional Jepang (Japan International Cooperation Agency/JICA) yang telah berinvestasi besar pada MRT fase 1 dan pompa Waduk Pluit Timur, Jepang memiliki potensi besar untuk melanjutkan kolaborasi investasinya.

Penjajakan proyek strategis tersebut antara lain perluasan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, pembangunan Mass Integrated Transportation Hub Jakarta (MITJ), dan Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter. Selain itu, terdapat penjajakan proyek tanggul pelindung pantai National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), penguatan sistem polder pompa Waduk Pluit Timur, serta pembangunan Light Rail Transit (LRT) fase 2 dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai investasi Jepang sangat penting untuk mendukung pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan fiskal dan kebutuhan peningkatan daya saing. Menurutnya, investasi tersebut tidak hanya membantu pembiayaan proyek strategis seperti MRT dan infrastruktur pengairan, tetapi juga menciptakan efek berganda berupa penyerapan tenaga kerja, peningkatan produktivitas, serta menarik investasi lanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Bigbang Siapkan Lagu Baru

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Bigbang Siapkan Lagu Baru
Megapolitan
Bogor Mulai Melelang Proyek...

NCT 127 Umumkan “Comeback”

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Rona
NCT 127 Umumkan “Comeback”
Rona
Reaksi Awal 'The Odyssey' K...
Jelang Laga Argentina Kontra Mesir: Bak David Versus Goliath, Ini Panggung Pembuktian The Pharaohs

Jelang Laga Argentina Kontra Mesir: Bak David Versus Goliath, Ini Panggung Pembuktian The Pharaohs

07 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.