Zelenskyy Pecat Kepala Intelijen Ukraina, Kini Jabat Komandan Misi Sabotase di Belakang Garis Musuh
📅 Rabu, 07 Jan 2026, 00:05 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
KYIV - Kepala intelijen yang memimpin operasi paling berani Ukraina di belakang garis musuh dalam perangnya dengan Russia telah dipaksa mengundurkan diri oleh Presiden Volodymyr Zelenskyy.
Dari The Guardian, Vasyl Malyuk, yang dianugerahi gelar Pahlawan Ukraina tahun lalu, dilaporkan berjuang untuk tetap menjabat sebagai kepala Dinas Keamanan Ukraina atau Sluzhba bezpeky Ukrainy
(SBU) tetapi mengalah pada hari Senin (5/1) setelah bertemu dengan presiden.
Mengumumkan pengunduran dirinya di saluran Telegram resmi SBU , Malyuk mengatakan bahwa ia akan tetap berada di lembaga tersebut untuk memimpin “operasi khusus asimetris kelas dunia” melawan Rusia.
Dia menulis: “Saya mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai kepala Dinas Keamanan. Saya akan tetap berada dalam sistem untuk melaksanakan operasi yang terus menimbulkan kerusakan maksimal pada musuh. Dinas intelijen yang kuat dan modern adalah kunci keamanan negara kita.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Zelenskyy mengatakan bahwa Malyuk, yang bertanggung jawab atas penghancuran berani terhadap pesawat pembom strategis Russia tahun lalu, yang dikenal sebagai Operasi Jaring Laba-laba , akan ditugaskan kembali untuk memimpin peperangan non-konvensional.
Dia berkata: “Saya mengadakan pertemuan dengan Vasyl Maliuk. Saya berterima kasih kepadanya atas pengabdiannya di medan perang dan menyarankan agar dia fokus pada bidang pekerjaan ini secara khusus.
“Harus ada lebih banyak operasi asimetris Ukraina terhadap penjajah dan negara Russia, serta hasil yang lebih nyata dalam melenyapkan musuh.”
Sebaiknya Anda baca juga:
“Di sinilah Vasyl menunjukkan kekuatannya yang terbesar, dan inilah yang akan terus dia lakukan di dalam Dinas Keamanan Ukraina.”
Malyuk dipuji pada Juni lalu ketika sejumlah pesawat tanpa awak yang keluar dari truk menyerang pesawat pembom strategis di lapangan udara jauh di dalam wilayah Russia, menyebabkan kerugian sekitar 7 miliar dolar AS.
Lembaga yang dipimpinnya juga dikreditkan dengan serangkaian pembunuhan terhadap anggota senior komando militer Russia.
Ia dilaporkan menolak untuk mengundurkan diri setelah pertemuan dengan Zelenskyy pada hari Sabtu, yang memicu berbagai pihak, termasuk komandan operasi pesawat tak berawak Ukraina, untuk menyerukan agar ia tetap dipertahankan.
Ada argumen yang menyatakan bahwa pemecatan Malyuk akan mengurangi efektivitas dinas keamanan Ukraina. Ia dilaporkan menolak tawaran peran baru di Dinas Intelijen Luar Negeri atau Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional, yang mengoordinasikan upaya keamanan Ukraina dengan kantor presiden.
Masih ada kebingungan mengenai alasan Zelenskyy menginginkan pemecatan Malyuk. Presiden mengklaim bahwa ia membutuhkan wajah-wajah baru di sekitarnya setelah empat tahun perang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!