Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Layanan ke Afrika Kacau akibat Ebola, Maskapai Brussels Airlines Telan Kerugian Besar

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 20:58 WIB | Oleh:
Layanan ke Afrika Kacau akibat Ebola, Maskapai Brussels Airlines Telan Kerugian Besar Doc: AFP/NICOLAS MAETERLINCK

BRUSSELS - Brussels Airlines pada Selasa (4/8) melaporkan kerugian laba sebelum bunga dan pajak (earnings before interest and taxes/EBIT) yang disesuaikan sebesar 70 juta euro (sekitar Rp1,5 triliun) untuk enam bulan pertama 2026.

Menurut Brussels Airlines, kerugian itu disebabkan oleh tingginya biaya bahan bakar, wabah Ebola di Afrika Timur, serta gangguan akibat aksi mogok kerja.

Kerugian tersebut mencerminkan penurunan sebesar 50 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025, meskipun terjadi peningkatan dalam jumlah penumpang dan pendapatan.

Maskapai asal Belgia itu mengangkut 4,5 juta penumpang dalam 34.200 penerbangan selama enam bulan pertama tahun tersebut, masing-masing meningkat sebesar 8,1 persen dan 5,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pihak maskapai menyatakan bahwa ketidakstabilan situasi di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga minyak, sehingga meningkatkan biaya bahan bakar sebesar 64 juta euro (sekitar Rp1,3 triliun) dibandingkan dengan semester pertama 2025.

Maskapai itu juga menyebutkan bahwa wabah Ebola di beberapa wilayah Afrika Timur telah melemahkan permintaan perjalanan dan menimbulkan tantangan operasional akibat masalah penjadwalan awak serta pembatasan perjalanan.

Aksi mogok dan protes di Belgia, termasuk gangguan di Bandara Brussels dan penghentian kerja oleh petugas lalu lintas udara Belgia, juga mengurangi pendapatan sebesar 3 juta euro (sekitar Rp62,1 miliar), demikian keterangan maskapai.

Menatap 2027, Brussels Airlines menyatakan akan menunda rencana penambahan dua pesawat Airbus A330 ke dalam armada penerbangan jarak jauhnya, sehingga jumlah armada tetap sebanyak 11 pesawat, karena profitabilitas yang lebih rendah dari perkiraan, aksi mogok yang berulang di Belgia, serta ketidakpastian geopolitik. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.