Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SAL Dikucurkan Lagi, Himbara Kantongi Tambahan Modal Rp40 Triliun

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 21:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
SAL Dikucurkan Lagi, Himbara Kantongi Tambahan Modal Rp40 Triliun Doc: ANTARA/ HO-BRI.
Ket. Ilustrasi - Gedung BRI.

JAKARTA – Injeksi modal pemerintah kepada bank-bank Himbara menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas permodalan dalam menopang ekspansi pembiayaan ke sektor-sektor prioritas, seperti UMKM, infrastruktur, perumahan, dan program pembangunan nasional.

Di tengah meningkatnya kebutuhan pendanaan, tambahan modal diharapkan mampu menjaga rasio permodalan tetap kuat sekaligus meningkatkan daya ungkit penyaluran kredit.

Namun, efektivitas kebijakan ini akan sangat bergantung pada kualitas penyaluran pembiayaan dan tata kelola yang baik, sehingga tambahan modal benar-benar menghasilkan dampak ekonomi yang produktif, bukan sekadar memperbesar aset perbankan tanpa meningkatkan pertumbuhan sektor riil.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan telah menambah penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) senilai Rp40 triliun pada hari ini, Rabu (5/8).

Kemudian, pihaknya juga berencana menempatkan lagi dana SAL senilai Rp30 triliun pada hari Senin (10/08) pekan depan, sehingga total penempatan dana SAL di Himbara disebut nantinya mencapai Rp400 triliun.

“Siang ini saya inject Rp40 triliun tambahan. Kemudian, minggu depan (Senin) saya tambah lagi Rp30 triliun. Jadi kira-kira total di (bank) BUMN itu hampir Rp400 triliun seperti yang saya janjikan dulu,” ujar Purbaya ditemui di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Rabu.

Selain penambahan, Purbaya juga menyatakan akan memperpanjang penempatan dana SAL yang senilai Rp200 triliun di Himbara hingga Juli 2027, yang sebelumnya direncanakan ditarik pada akhir tahun 2026.

Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut bertujuan agar perbankan lebih longgar dalam memanfaatkan dana SAL untuk menyalurkan kredit.

“Kayaknya bank itu ragu, uang saya SAL itu akan diambil atau enggak sampai akhir tahun sehingga mempengaruhi behavior mereka melakukan penyaluran kredit. Jadi saya bilang ke mereka, saya memperpanjang yang Rp200 triliun sampai dengan Juli tahun depan (2027),” ujar Purbaya.

Sebelumnya, Purbaya memastikan penempatan dana pemerintah pada Himbara tetap berjalan, menyusul masih adanya keraguan dari sejumlah bank mengenai pelaksanaan kebijakan injeksi Saldo Anggaran Lebih (SAL) tersebut.

“Itu beberapa bank masih ragu apakah saya akan menjalankan itu (penempatan SAL) atau nggak. Saya akan tekankan lagi ke mereka bahwa itu akan dijalankan,” kata Purbaya

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menempatkan dana SAL senilai Rp200 triliun di Himbara pada September 2025, dan kemudian dana tersebut sempat ditarik oleh pemerintah pada Juni 2026, namun dikembalikan lagi karena berkurangnya likuiditas.

Seiring dengan kondisi itu, pemerintah menambah penempatan dana senilai Rp100 triliun dengan tenor tiga bulan, serta menyediakan tambahan Rp100 triliun yang dapat dimanfaatkan secara fleksibel sesuai kebutuhan likuiditas perbankan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Rupiah Masih Rentan - 14 Oktober 2026
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.