Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Di IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026, Menkes Tekankan Penguatan Kemandirian Alkes

28 Rabu, 05 Agu 2026, 21:12 WIB | Oleh:
Di IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026, Menkes Tekankan Penguatan Kemandirian Alkes Di IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026, Menkes Tekankan Penguatan Kemandirian Alkes Doc: Budi
Ket. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan sambutannya pada pembukaan IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026 yang diselenggarakan Krista Exhibitions Group bersama GAKESLAB Indonesia di JIExpo Kemayoran Jakarta, dari 5-7 Agustus 2026.

JAKARTA- Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya memperkuat kemandirian industri alat kesehatan nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri dan kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Menkes mengemukakan hal itu dalam sambutannya pada pembukaan pameran IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026 yang diselenggarakan Krista Exhibitions Group bersama dengan Gabungan Pengusaha Alat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia (GAKESLAB Indonesia). Pameran yang penyelenggaraan tahun ini merupakan ke-16 kalinya itu akan berlangsung hingga Jumat (7/8) di JIExpo Kemayoran Jakarta. 

Budi mengatakan transformasi sistem kesehatan nasional tidak hanya ditopang oleh peningkatan kualitas layanan, tetapi juga kemampuan Indonesia memproduksi dan memenuhi kebutuhan alat kesehatan secara mandiri. Menurutnya, penguatan industri alat kesehatan nasional menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus memperkuat ketahanan sektor kesehatan.

“Melalui IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026, kita berharap tercipta kolaborasi dan kemitraan yang semakin erat antara produsen lokal, distributor, serta penyedia layanan kesehatan. Hal ini penting untuk mewujudkan kemandirian industri alat kesehatan nasional demi mendukung ketahanan kesehatan Indonesia,” kata Budi.

“Pada 2025 belanja di sektor kesehatan mencapai 660 triliun rupiah dan sepertiganya atau sekitar 200 triliun rupiah belanja alat kesehatan baik impor maupun yang diproduksi dalam negeri. Kalau porsi impor lebih besar, maka kontribusinya lebih banyak di luar negeri yakni produksi dan tenaga kerjanya,” papar Budi. 

Belanja sektor kesehatan papar Menkes memberi kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional, apalagi belanja kesehatan rata-rata tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi. 

“Tidak banyak sektor yang bisa tumbuh di atas 5 persen, salah satunya yang tumbuh adalah sektor kesehatan karena menyangkut kebutuhan mendasar,” kata Menkes. 

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, industri, fasilitas pelayanan kesehatan, dan dunia akademik menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan teknologi kesehatan di dalam negeri. Dengan sinergi tersebut, industri alat kesehatan nasional diharapkan mampu menghasilkan produk yang kompetitif dan memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.

Selain menampilkan beragam produk dan teknologi kesehatan, IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026 juga menjadi forum diskusi bagi regulator, akademisi, tenaga kesehatan, serta pelaku industri. Berbagai isu yang dibahas meliputi inovasi teknologi medis, pengembangan alat kesehatan dalam negeri, hingga tantangan peningkatan daya saing industri nasional.

Pameran menghadirkan berbagai produk, mulai dari peralatan rumah sakit, instrumen laboratorium, perangkat teknologi medis, produk farmasi, hingga herbal kesehatan. Sejumlah perusahaan dari berbagai negara turut berpartisipasi untuk memperkenalkan teknologi terbaru sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan mitra di Indonesia.

Memperkuat Ekosistem

CEO Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, mengatakan penyelenggaraan pameran bertujuan memperkuat ekosistem industri alat kesehatan melalui kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, pelaku usaha, dan tenaga kesehatan.

Selain menjadi ajang promosi produk, pameran juga diharapkan mampu mempercepat transfer teknologi, memperluas jaringan bisnis, serta membuka peluang investasi di sektor kesehatan.

Selama tiga hari pelaksanaan, penyelenggara juga menggelar seminar, lokakarya, presentasi industri, talkshow, dan forum business matching yang mempertemukan pelaku industri dengan regulator, akademisi, praktisi kesehatan, hingga calon mitra bisnis.

Melalui penyelenggaraan IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026, pemerintah berharap industri alat kesehatan nasional semakin berkembang dan mampu meningkatkan kontribusinya dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Penguatan industri dalam negeri juga diharapkan menjadi salah satu fondasi untuk membangun sistem kesehatan nasional yang lebih mandiri, tangguh, dan berdaya saing di tingkat global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
30 Orang Tewas - Gerbong Ha...
Ekonomi
Rupiah Hari Ini Loyo Usai S...
Rona
Ben Stiller Puji Bakat Aria...

Jisoo Blackpink Rilis Single Kedua “Addicted”

45 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Jisoo Blackpink Rilis Singl...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.