Pergerakan Wisata Nataru Tembus 1,1 Juta Orang, Pariwisata Kota Yogyakarta Melampaui Target
📅 Selasa, 06 Jan 2026, 19:05 WIB | Oleh: Eko S
Doc: Dok. Pemkot Yogyakarta
YOGYAKARTA - Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 menjadi momentum positif bagi geliat pariwisata Kota Yogyakarta. Selama rentang 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, aktivitas wisatawan tercatat sangat tinggi, dengan pergerakan pengunjung melampaui angka satu juta orang berdasarkan survei Pemerintah Kota Yogyakarta.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, menyebut total pergerakan wisatawan selama periode libur tersebut mencapai 1.167.613 orang. Capaian ini dinilai melampaui proyeksi awal dan mencerminkan kuatnya daya tarik Yogyakarta sebagai destinasi wisata utama.
“Dari tanggal 20 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026, kami mencatat lebih dari satu juta orang datang ke Kota Yogyakarta. Tepatnya 1.167.613 orang yang melakukan pergerakan selama masa liburan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (6/1).
Tidak hanya dari sisi jumlah kunjungan, indikator ekonomi pariwisata juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Rata-rata pengeluaran wisatawan tercatat sebesar Rp3.096.445 per orang per kunjungan, sementara rata-rata lama tinggal mencapai 2,36 hari.
“Alhamdulillah, angka-angka ini menunjukkan bahwa pondasi pariwisata Kota Yogyakarta cukup kuat. Harapannya, ini bisa membuat pariwisata kita semakin bergeliat di tahun 2026,” tambah Wahyu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan, data tersebut dihimpun melalui survei di sejumlah titik strategis, seperti hotel, objek wisata, serta kawasan destinasi utama. Beberapa lokasi yang menjadi fokus pengambilan data antara lain Malioboro, Kebun Binatang Gembira Loka, Taman Pintar, Keraton Yogyakarta, Museum Sonobudoyo, Benteng Vredeburg, serta sejumlah destinasi lain yang menjadi pusat aktivitas wisatawan.
Terkait Surat Edaran (SE) imbauan tidak menyalakan kembang api saat malam pergantian tahun, Wahyu menegaskan kebijakan tersebut tidak memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan. Imbauan itu ditujukan kepada hotel, restoran, perangkat daerah, dan penyelenggara kegiatan agar mengisi malam tahun baru dengan aktivitas yang lebih positif, termasuk aksi empati dan penggalangan donasi bagi korban bencana di sejumlah wilayah Sumatera.
Selama periode Nataru, kawasan Malioboro, Keraton Yogyakarta, dan Kebun Binatang Gembira Loka masih menjadi destinasi favorit wisatawan. Meski demikian, sejumlah titik baru mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan, terutama pusat-pusat kuliner yang kian diminati.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pusat kuliner seperti Pasar Ngasem, kuliner di Pasar Beringharjo, kawasan Wijilan, termasuk sentra bakpia Pathuk di Kemantren Ngampilan semakin diminati wisatawan. Hal ini dibantu peran media sosial dalam mempromosikan destinasi-destinasi ini,” jelasnya.
Dari sisi karakteristik kunjungan, mayoritas wisatawan datang bersama keluarga. Libur panjang yang diperkuat dengan kebijakan Work From Anywhere (WFA) dari pemerintah pusat turut mendorong meningkatnya minat masyarakat berwisata ke Kota Yogyakarta.
Ke depan, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta menargetkan transformasi arah pembangunan pariwisata, dari sekadar mengejar kuantitas kunjungan menuju pariwisata berkualitas yang mampu memberikan dampak ekonomi lebih besar dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!