Antisipasi Bencana, Tangerang Perkuat Stok Pangan
📅 Senin, 08 Des 2025, 03:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Dinsos Kota Tangerang.
TANGERANG - Melihat kondisi cuaca yang sering tidak menentu, ketersediaan pangan harus diperkuat, tak boleh terjadi kekuarangan karena akan membahayakan warga. Itulah yang disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Provinsi Banten. Dinas Sosial telah menerapkan buffer stock atau cadangan untuk logistik bantuan bagi warga yang menghadapi potensi bencana selama tiga bulan ke depan.
“Karena sudah ada peringatan dari BMKG melalui BPBD mengenai potensi bencana, seperti hujan deras hingga longsor, kami siapkan kebutuhan khususnya logistik bantuan, termasuk cadangan,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Mulyani di Tangerang, Minggu (7/12). Dia menuturkan, stok cadangan disesuaikan dengan kebutuhan menghindari risiko kadaluarsa. Ketika ada kebutuhan, Dinsos bisa segera membeli.
Adapun logistik yang disiapkan meliputi kebutuhan sandang seperti pakaian, handuk, selimut, kasur lipat, serta perlengkapan kebersihan. Sedangkan untuk kebutuhan pangan, lanjutnya, Dinsos menyediakan makanan siap saji, beras, mi instan, air mineral, lauk pauk, persiapan dapur umum dan nasi bungkus untuk kondisi darurat. “Langkah ini sebagai komitmen kesiapsiagaan penuh dalam menghadapi potensi bencana, khususnya menjelang puncak musim penghujan akhir Desember. Semuanya disiagakan selama 24 jam,” kata Mulyani.
Selain itu, Dinsos Kota Tangerang mengerahkan gabungan pegawai Dinsos serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebanyak kurang lebih 45 orang. Ini untuk memperkuat respons cepat distribusi bantuan. Dinsos juga menjalin koordinasi aktif dengan berbagai unsur lintas sektor seperti BPBD, kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW. “Informasi cuaca dan potensi bencana diperbarui setiap hari melalui grup komunikasi lintas wilayah,” katanya.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menambahkan, saat ini kesiapsiagaan berbagai potensi bencana terus dilakukan. Ini mulai dari penanganan darurat hingga pengawasan daerah rawan banjir, khususnya di kawasan aliran sungai.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami terus melakukan tanggap darurat dan mitigasi bencana. Kami mengajak semua lapisan masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan banjir, untuk peduli bersama,” kata Sachrudin. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menuturkan, berdasarkan data dari BMKG, cuaca ekstrem dengan curah hujan lebat diprediksi terjadi bulan Desember hingga Februari 2026.
Fluktuasi Harga
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang, Sumarti, minta Pemerintah Kota Tangerang mengantisipasi potensi fluktuasi harga pangan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 dengan memperkuat koordinasi lintas sektor. “Meski inflasi saat ini terkendali, tetap harus dilakukan pengawasan untuk menjaga harga pangan tetap kondusif memasuki tahun 2026,” katanya. Ant/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!