Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jusuf Kalla: Serangan AS-Israel ke Iran Dapat Bikin Harga Minyak Dunia Naik, BBM di RI Bisa Langka

📅 Minggu, 01 Mar 2026, 19:42 WIB | Oleh:
Jusuf Kalla: Serangan AS-Israel ke Iran Dapat Bikin Harga Minyak Dunia Naik, BBM di RI Bisa Langka Doc: ANTARA/Bayu Pratama
Ket. Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla bersama Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (kanan), menko Pangan Zulkifli Hasan (kedua kiri), Ketum DPP Partai Nasdem Surya Paloh (tengah) dan Presiden PKS Almuzzammil Yusuf (kiri) menghadiri acara buka puasa bersama Partai Nasdem di Jakarta, Kamis (19/2).

JAKARTA - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla alias JK memandang serangan Amerika Serikat bersama Israel kepada Iran bisa membuat harga minyak dunia naik hingga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia langka.

“Tentu harga minyak naik. Pasti, itu pertama,” ujar JK di Jakarta, Minggu (1/3).

Ia menilai harga minyak bisa meningkat karena akses impor minyak dari Timur Tengah yang melewati Iran terputus.

“Ya kita biasanya mengimpor minyak dari Timur Tengah karena kita kekurangan. Sekarang pasti stop. Jadi, ekonomi kita akan terkena di situ,” katanya.

Ia menjelaskan suplai tersebut kemungkinan berhenti karena Iran turut menyerang Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, hingga Arab Saudi.

“Iran menyerang Kuwait, Doha (Qatar, red.), dan Dubai (UEA, red.) karena di situ ada pangkalan Amerika. Efeknya ke negara itu. Nah itu yang akan terjadi semua. Satu hari ini kelihatan belum terasa, tetapi satu minggu akan terasa,” ujarnya.

Oleh sebab itu, dia mengingatkan pemerintah Republik Indonesia untuk berhati-hati karena bila serangan terhadap Iran terus berlangsung hingga sebulan ke depan, maka berdampak pada stok BBM di Indonesia.

“Rata-rata persediaan kita tiga minggu. Jadi, setelah itu mungkin masih ada di Singapura. Akan tetapi, suplai dari Saudi, Iran, ataupun Kuwait itu sekarang pasti terputus,” katanya.

Sebelumnya, Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Pada kesempatan berbeda, Presiden AS Donald Trump menyatakan militer AS telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran.

Salah satu serangan AS dengan Israel berupa tujuh roket yang menghantam Teheran dan dekat dengan kediaman Ayatollah Ali Khamenei.

Kemudian, Iran meluncurkan serangan roket terhadap Israel, dan sejumlah target lain di Qatar, Uni Emirat Arab hingga Bahrain.

Adapun Kementerian Luar Negeri RI mengatakan Presiden Prabowo Subianto siap bertolak ke Iran untuk memfasilitasi dialog demi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif.

Pada 1 Maret 2026, pihak pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Ali Khamenei, dan menyatakan masa berkabung 40 hari serta libur kerja selama seminggu. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.