Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ahli Gizi Unhas Ingatkan Standar Keamanan MBG

📅 Minggu, 23 Nov 2025, 08:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ahli Gizi Unhas Ingatkan Standar Keamanan MBG Doc: ANTARA
Ket. Dua orang pria memanen telur burung puyuh (Coturnix coturnix) di Quinsha Farm, Desa Katangka, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (20/11/2025). 

MAKASSAR – Ahli Gizi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof Aminuddin Syam, mengingatkan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terutama penjamah makanan program Makan Bergisi Gratis (MBG) agar mematuhi standar keamanan pangan guna mencegah terjadinya keracunan makanan. 

"Ada standar keamanan pangan yang harus dipenuhi (SPPG). Ada suhu yang harus dijaga, ada proses pemasakannya, ada penyimpanan bahan, serta beberapa hal teknis lainnya perlu dijalankan," ujar Aminuddin Syam di Makassar, Sabtu (22/11). 

Ia menekankan pengelolaan dapur SPPG buka hal sederhana sebab risiko keracunan makanan potensinya bisa saja ada sehingga perlu menjadi perhatian khusus. Hal ini bercermin pengalaman dari berbagai kasus keracunan massal. 

Menurut Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas ini, hal yang paling rawan terhadap pengolahan makanan adalah pada proses masak serta kondisi bahan-bahannya.

Jika salah diolah maka bisa menimbulkan zat beracun terhadap makanan tersebut.  Sebab, hanya orang tertentu yang paham dan kompeten dapat mengenali bahan yang mulai rusak. 

"Orang yang punya pengetahuan saja masih bisa membuat kesalahan hingga menyebabkan keracunan makanan, apalagi kalau hanya orang biasa dilatihnya hanya tiga bulan," katanya. 

 Selain itu, pengelolaan makanan di dapur SPPG mesti dikelola secara profesional serta memiliki sertifikasi kelayakan higienis. Karena kalau dikerjakan secara serampangan, risiko bukan hanya kesehatan tapi berimbas pada aspek ketimpangan sosial.  

Secara terpisah, Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN) Brigjen TNI (Purn) Suardi Samiran memaparkan saat sosialisasi kegiatan pelatihan penjamah makanan MBG dihadiri ribuan peserta dan pemilik dapur menekankan, SPPG harus memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Ia menyebutkan, saat ini dapur SPPG di seluruh Indonesia tercatat 15.410 unit. Hanya saja yang beroperasi 14.230 unit. Sedangkan SPPG yang telah memiliki sertifikasi SLHS dari Dinas Kesehatan baru 1.601 unit.

Sementara sisanya masih cukup banyak belum atau sedang mengurus SLHS secara mandiri ke dinas kesehatan setempat. Untuk Provinsi Sulawesi Selatan data SPPG 625 unit, tapi yang aktif beroperasi 536 unit. Dari jumlah itu, hanya 46 SPPG secara mandiri telah memiliki SLHS. 

"Berarti harus ada penambahan. SPPG juga wajib memenuhi syarat-syarat yang di tentukan oleh dinas kesehatan. Jangan pernah berharap sesuatu dan memaksakan diri dengan melakukan hal yang tidak benar. Kita harus melakukan membiasakan yang benar," paparnya menekankan.

Oleh karena itu, Mantan Sekretaris LP2N Universitas Kementerian Pertahanan (Unhan) ini mengharapkan kepada SPPG yang belum memiliki SLHS, maka segera penuhi syarat yang menjadi persyaratan dari Kementerian Kesehatan ataupun dari Dinas Kesehatan masing-masing daerah. 

Melalui pelatihan penjamah makanan dilaksanakan serentak dengan peserta sekira 7.000 orang dari Kota Makassar, Kabupaten Bulukumba dan Wajo,salah satu tujuannya meminimalisir terjadinya kesalahan membuat makanan termasuk pencegahan makanan rusak mengakibatkan keracunan.   

"Sudah pasti itu penekanan yang tadi saya sampaikan. Wajib higienis, wajib sehat, dan sesuai dengan ketentuan. Termasuk di dalamnya supaya tidak terjadi, muncul reaksi dari zat (beracun) di makanan," paparnya menegaskan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Penataan Kawasan Unggulan R...

Hasil Penataan Jalan Rasuna Said Segera Diresmikan

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Hasil Penataan Jalan Rasuna...
Nasional
KPK Dalami Pembelian ATG pa...
Olahraga
Persita Cuci Gudang, Robohk...
Olahraga
Piala Dunia, Laga Meksiko V...
Megapolitan
Dinas PPKUKM DKI Optimalkan...

Aset Negara Harus Diselamatkan, Hotel Sultan Dieksekusi

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Aset Negara Harus Diselamat...

Iran Akan dibombardir Selama Dua Tahun Penuh

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Iran Akan dibombardir Selam...

Piala Dunia, Swiss Yakin Akan Gulung Bosnia  

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Swiss Yakin Ak...
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
  • PWNU Jateng dan DIY Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Lirboyo
    Preview komentar:
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.