Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Subsidi APBN Dihentikan, Pemkab Banyumas Upayakan Operasional Trans Banyumas Tetap Berlanjut

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 12:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Subsidi APBN Dihentikan, Pemkab Banyumas Upayakan Operasional Trans Banyumas Tetap Berlanjut Doc: ANTARA
Ket. Bus BTS Trans Banyumas memasuki Halte RRI di Jalan Jenderal Soedirman, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (5/8/2026).

PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terus mengupayakan keberlanjutan operasional Bus Buy The Service (BTS) Trans Banyumas meskipun subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah dihentikan dan kondisi keuangan daerah sedang menghadapi keterbatasan.

"Trans Banyumas itu kan subsidinya dari APBN dihentikan. Kondisi keuangan kita memang sedang tidak baik-baik saja, tetapi saya sudah mengupayakan semaksimal mungkin agar Trans Banyumas jangan sampai berhenti," kata Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (05/8).

Ia mengatakan operasional Trans Banyumas diperkirakan hanya dapat berjalan hingga 28 Agustus 2026 apabila belum ada kepastian pendanaan lanjutan.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah daerah tengah menyusun berbagai skema pembiayaan agar layanan transportasi publik tersebut tetap beroperasi.

“Ini masih saya diskusikan dengan tim anggaran dan DPRD karena pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan,” katanya.

Menurut dia, Trans Banyumas merupakan layanan yang dibutuhkan masyarakat sehingga pemerintah daerah berkewajiban menjaga keberlanjutannya meskipun program tersebut pada awalnya merupakan inisiatif pemerintah pusat melalui skema subsidi BTS.

Ia mengaku sebelumnya berharap masih ada satu kali penyaluran subsidi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan nilai sekitar Rp13 miliar hingga Rp14 miliar.

Akan tetapi hingga saat ini, kata dia, subsidi tersebut belum terealisasi sehingga pemerintah daerah harus menyiapkan langkah antisipasi.

"Yang penting Trans Banyumas jangan sampai berhenti. Dari mana anggarannya nanti sedang kami siapkan bersama TAPD dan DPRD. Yang utama pelayanan masyarakat harus tetap berlanjut," katanya.

Ia menjelaskan armada Trans Banyumas bukan merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Banyumas karena investasi armada dilakukan oleh pihak swasta.

Dalam hal ini, kata dia, pemerintah melalui skema BTS membayar biaya layanan kepada operator berdasarkan jumlah kilometer perjalanan sehingga diperlukan dukungan subsidi agar tarif tetap terjangkau bagi masyarakat.

Menurut dia, program tersebut merupakan bagian dari upaya menyediakan transportasi umum yang aman, nyaman, dan murah bagi masyarakat sehingga keberlangsungannya perlu dipertahankan.

Ia mengatakan berdasarkan penilaian Kemenhub, Trans Banyumas menjadi salah satu layanan BTS terbaik di Indonesia karena memiliki tingkat keterisian penumpang atau load factor yang tinggi.

Sebagai salah satu upaya mengurangi beban subsidi, lanjut dia, Pemkab Banyumas berencana mengoptimalkan pendapatan non-tarif melalui pemanfaatan ruang iklan pada armada Trans Banyumas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Kobaran Api Meluas, Karhutla di Gunung Bromo Belum Padam

29 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Daerah
Kobaran Api Meluas, Karhutl...

Mau Tujuh Belasan di Istana? Segera Daftarkan Diri

Mau Tujuh Belasan di Istana? Segera Daftarkan Diri

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.