Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kaltim Selesaikan Dokumen Investasi Perkebunan untuk Ditawarkan ke Investor

📅 Minggu, 16 Nov 2025, 20:50 WIB | Oleh:
Kaltim Selesaikan Dokumen Investasi Perkebunan untuk Ditawarkan ke Investor Doc: antara foto
Ket. Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud di Samarinda, Minggu (16/11).

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) telah menyelesaikan penyusunan dokumen investasi sektor perkebunan yang siap ditawarkan kepada investor (Investment Project Ready to Offer/IPRO).

Dokumen ini berisi proyek-proyek investasi di bidang perkebunan seperti kakao, karet, dan kelapa sawit.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud di Samarinda, Minggu, menjelaskan bahwa dokumen saja tidak cukup untuk menarik investor.

Promosi yang masif dan strategi hilirisasi industri adalah kunci untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal serta menarik modal asing.

Sejumlah proyek IPRO dan hilirisasi yang diungkapkan Rudy antara lain Mahakam Ulu yakni pengembangan investasi kakao dan pertanian untuk menyeimbangkan dominasi sektor tambang.

Upaya ini didukung oleh pengembangan indikasi geografis untuk meningkatkan nilai jual kakao Mahakam Ulu di pasar nasional dan internasional.

Sementara di Kutai Barat terbuka peluang investasi pada hilirisasi industri karet menjadi produk bernilai lebih tinggi, seperti crumb rubber.

Di Kutai Timur didorong investasi dalam hilirisasi kelapa sawit untuk diolah menjadi produk kimia dan pangan.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah mengadakan forum investasi untuk menarik minat di sektor ini.

Selain IPRO, Kaltim juga telah menyiapkan tujuh kawasan industri strategis untuk menampung investasi skala besar.

Berdasarkan data, lima negara telah menanamkan modal besar (PMA) di Kaltim pada tahun 2025 ini.

Angka ini menunjukkan daya tarik provinsi tersebut sebagai destinasi investasi, terutama dengan adanya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Berikut rincian realisasi investasi dari lima negara dengan nilai tertinggi: Singapura: 163,74 juta dolar AS (475 proyek), Mauritius: 126 juta dollar AS (4 proyek), Tiongkok: 81,99 juta dollar AS (151 proyek), Malaysia: 70,36 juta dollar AS (245 proyek), Inggris: 46,43 juta dollar AS (55 proyek).

Gubernur Rudy Mas'ud menegaskan bahwa investasi besar ini harus memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Kaltim, menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.