Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS Ungkap 0,77 Persen Pengangguran Disebabkan PHK

📅 Rabu, 05 Nov 2025, 17:05 WIB | Oleh:
BPS Ungkap 0,77 Persen Pengangguran Disebabkan PHK Doc: BPS Pusat

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 0,77 persen pengangguran pada Agustus 2025 disebabkan oleh pemutusan hubungan kerja (PHK). Angka tersebut mayoritas berasal dari sektor industri pengolahan, pertambangan, dan perdagangan.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, menyebutkan kelompok ini merupakan mereka yang terkena PHK. Khususnya, dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

"Jadi dari total pengangguran sebesar 0,77 persen adalah yang sebelumnya terkena PHK setahun yang lalu. Pengangguran yang terkena PHK paling banyak berasal dari industri pengolahan, pertambangan dan perdagangan," ujar Edy dalam pemaparannya di Jakarta, Rabu (5/11).

Edy juga mengungkapkan terdapat 9,07 persen pengangguran yang sebenarnya sudah diterima bekerja. Namun, mereka belum mulai bekerja saat pendataan dilakukan.

Ia menjelaskan bahwa status mereka tetap dimasukkan sebagai pengangguran. Karena belum terdata dalam pendataan yang dilakukan BPS.

"Jadi future starter tadi, yang sudah diterima tapi belum mulai bekerja, atau sudah punya kegiatan usaha tapi belum memulainya. Ini masuk di dalam kategori pengangguran," kata dia.

Selain itu, angka pengangguran pada Agustus 2025 yang mencapai 7,46 juta orang juga disumbang oleh angkatan kerja baru yang memasuki pasar kerja dalam setahun terakhir. Adapun, persentasenya mencapai sebesar 14,58 persen.

Kelompok ini umumnya didominasi oleh lulusan baru atau fresh graduate. Adapun angkatan kerja baru yang bukan lulusan terbaru berkontribusi sebesar 13,97 persen terhadap total pengangguran.

BPS turut mencatat adanya pengangguran jangka panjang. Yakni, mereka yang mencari pekerjaan lebih dari satu tahun, mencapai porsi terbesar yaitu 31,08 persen.

Sementara itu, pengangguran yang sebelumnya memiliki pengalaman kerja namun saat ini belum bekerja sebesar 30,53 persen. BPS menilai dinamika pasar tenaga kerja masih dipengaruhi oleh kondisi ekonomi serta penyerapan tenaga kerja yang belum optimal. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Sekolah membutuhkan perbaikan di Kerinci

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Sekolah membutuhkan perbaik...

Italia Mendidih, 3 Orang Tewas Tersengat Panas

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Italia Mendidih, 3 Orang Te...

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

05 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.