Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS: Ekonomi Q1-2026 Tumbuh 5,61% Ditopang Konsumsi

📅 Selasa, 05 Mei 2026, 12:37 WIB | Oleh: Tim Redaksi
BPS: Ekonomi Q1-2026 Tumbuh 5,61% Ditopang Konsumsi Doc: istimewa
Ket. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyebut konsumsi masih jadi mesin utama. Ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 tumbuh 5,61 persen, salah satunya didorong oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi terbaru triwulan 1-2026. Di tengah dinamika geopolitik global, ekonomi Indonesia tetap resilien dan mencatat pertumbuhan yang solid. Pada triwulan 1-2026, PDB Indonesia mampu tumbuh hingga 5,61 persen (y-on-y), melampaui periode yang sama tahun lalu sebesar 4,87 persen.  

Ekonomi sejumlah negara mitra dagang utama juga mencatat pertumbuhan yang positif pada triwulan 1-2026, diantaranya: Vietnam 7,8 persen, Malaysia 5,3 persen, Tiongkok 5,0 persen, Singapura 4,6 persen, Korea Selatan 3,6 persen, dan Amerika Serikat 2,7 persen.  

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan bahwa konsumsi masyarakat masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi triwulan 1-2026. 

“Ekonomi Indonesia pada triwulan 1-2026 tumbuh 5,61 persen (_y-on-y_), salah satunya didorong oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga,” ungkap Amalia pada konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5). Ia menjelaskan, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yaitu 2,94 persen.  

Kinerja konsumsi rumah tangga pada triwulan 1-2026 utamanya didorong oleh mobilitas penduduk pada momen libur nasional dan Hari Besar Keagamaan (Nyepi dan Idulfitri, red), berbagai kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi, serta berbagai stimulus pemerintah untuk mendorong konsumsi seperti diskon tiket transportasi, pemberian THR atau gaji ke-14, serta penetapan BI rate pada level 4,75 persen sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.  

“Jumlah perjalanan wisatawan nusantara tumbuh hingga 13,14 persen (y-on-y) pada triwulan 1-2026, diikuti peningkatan jumlah penumpang di beberapa moda transportasi seperti angkutan darat, ASDP, angkutan udara, dan angkutan laut,” jelas Amalia. Ia melanjutkan, pertumbuhan jumlah penumpang angkutan darat bahkan mencapai 20,20 persen (y-on-y) pada triwulan 1-2026.  

Selain konsumsi rumah tangga, komponen lainnya yang mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan 1-2026 dari sisi pengeluaran adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh solid sebesar 5,96 persen. Angka ini didorong oleh investasi pemerintah, antara lain pembangunan terkait prioritas nasional dan investasi swasta. Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh impresif hingga 21,81 persen seiring meningkatnya realisasi belanja pegawai melaui pembayaran gaji ke-14 (THR) serta peningkatan belanja barang dan jasa terutama melalui program untuk masyarakat: Makan Bergizi Gratis (MBG).  

Dari sisi lapangan usaha, BPS mencatat lima sektor utama yang memberikan kontribusi besar terhadap total PDB triwulan 1-2026, yaitu industri pengolahan (19,07 persen), perdagangan (13,28 persen), pertanian (12,67 persen), konstruksi (9,81 persen), dan pertambangan (8,69 persen).  

Beberapa sektor turut mencatat pertumbuhan yang tinggi, seperti akomodasi dan makan minum yang mampu tumbuh hingga 13,14 persen didorong oleh perluasan cakupan program MBG dan momen libur nasional; sektor jasa lainnya tumbuh 9,91 persen, didorong oleh peningkatan jumlah perjalanan wisatawan nusantara dan kunjungan wisatawan mancanegara; serta sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04 persen seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. 

Selanjutnya, BPS mencatat sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 5,04 persen pada triwulan 1-2026 (y-on-y). Kinerja sektor ini terutama didorong oleh industri makanan dan minuman, industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik, serta industri kimia, farmasi, dan obat tradisional.  

 "Pertumbuhan sektor industri pengolahan utamanya ditopang oleh meningkatnya permintaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri," ujar Amalia.

Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor mampu tumbuh 6,26 persen pada triwulan 1-2026 (y-on-y) seiring meningkatnya produksi domestik dan impor. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas produksi barang pertanian dan industri pengolahan, impor barang-barang konsumsi, barang modal dan bahan baku, serta aktivitas belanja masyarakat.  

Sementara itu, sektor konstruksi mencatat pertumbuhan yang solid 5,49 persen pada triwulan 1-2026 (y-on-y), didorong oleh peningkatan aktivitas konstruksi baik oleh pemerintah maupun swasta. Sedangkan sektor pertanian tumbuh stabil pada angka 4,97 persen untuk triwulan 1-2026 (y-on-y).  

Secara regional, pada triwulan-1 2026, wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, serta Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan tertinggi terjadi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara sebesar 7,93 persen, diikuti Sulawesi 6,95 persen serta Jawa 5,79 persen (y-on-y).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.