PT KAI: Angkutan Retail KAI Catatkan Pertumbuhan 13 Persen
📅 Senin, 06 Okt 2025, 17:58 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: PT KAI
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat pertumbuhan angkutan retail sebesar 13 persen hingga triwulan III 2025. Selama Januari hingga September 2025, volume pengiriman mencapai 185.057 ton dibanding periode sama tahun 2024 sebanyak 164.034 ton.
Kenaikan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat dan pelaku UMKM terhadap transportasi berbasis rel. Moda kereta dinilai efisien, cepat, aman, serta mendukung prinsip berkelanjutan dalam rantai logistik nasional.
Model bisnis angkutan retail KAI dijalankan melalui dua skema utama yaitu business to business (B2B) dan business to customer (B2C). Pendekatan ini memungkinkan masyarakat dan UMKM mengirimkan barang melalui jaringan mitra resmi KAI.
Layanan tersebut kini terintegrasi dengan ekspedisi, e-commerce fulfillment, serta pengiriman antarkota di berbagai wilayah Indonesia. Integrasi ini membantu pelaku usaha menjangkau pasar lebih luas dengan biaya distribusi kompetitif.
Bagi UMKM, keberadaan layanan berbasis rel menjadi penopang penting dalam mempercepat arus produk ke pasar. Dukungan ini sekaligus meningkatkan daya saing usaha kecil di tengah percepatan ekonomi digital.
Sebaiknya Anda baca juga:
Banyak pelaku UMKM kini dapat memperluas distribusi ke kota-kota besar berkat efisiensi transportasi kereta api. Kondisi tersebut memperkuat rantai pasok dan mempercepat pengiriman dari sentra produksi ke berbagai wilayah.
Selain aspek ekonomi, moda angkutan kereta turut memberikan dampak lingkungan positif bagi masyarakat. Transportasi berbasis rel menghasilkan emisi karbon lebih rendah dibandingkan angkutan jalan raya.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060 mendatang. KAI terus berperan dalam pengurangan emisi melalui optimalisasi layanan logistik ramah lingkungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
KAI juga memperkuat integrasi logistik multimoda bersama mitra strategis di sektor first mile dan last mile. Langkah ini bertujuan menciptakan sistem logistik yang terhubung, transparan, dan adaptif terhadap digitalisasi.
“KAI berkomitmen menghadirkan layanan logistik retail yang inklusif dan berdaya guna bagi semua lapisan, termasuk UMKM. Kami ingin menjadi bagian dari perjalanan tumbuhnya ekonomi masyarakat melalui layanan distribusi yang andal, efisien, dan ramah lingkungan,” ujar Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, Senin (6/10).
“Kami sangat terbantukan dengan adanya pelayanan dari Kereta Api Indonesia. Layanan ini kini terintegrasi dengan berbagai jasa ekspedisi, dan ini sangat membantu peranserta UMKM Indonesia,” kata Anik, pelaku UMKM di Jakarta.
Dengan jaringan rel yang luas, layanan tepat waktu, dan orientasi berkelanjutan, KAI memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi lokal. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!