Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gempa M7,7 NTT, 68 Orang Meninggal dan 213 Luka

📅 Selasa, 18 Agu 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Gempa M7,7 NTT, 68 Orang Meninggal dan 213 Luka Doc: Istimewa
Ket. Aktivitas gempa susulan juga masih terjadi di wilayah Flores. BNPB mencatat sebanyak 1.576 gempa susulan setelah gempa utama bermagnitudo 7,7.

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 68 orang meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Senin (17/8/2026) sore, sebanyak 213 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, korban meninggal tersebar di tujuh kabupaten di Pulau Flores.

"Data yang kami peroleh hingga saat ini (korban jiwa) sebanyak 68 jiwa," kata Berton, Senin (17/8).

Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 26 orang. Disusul Manggarai Timur sebanyak 24 orang, Nagekeo delapan orang, Sikka empat orang, serta Ende, Manggarai Barat, dan Ngada masing-masing dua orang.

Selain korban meninggal, BNPB mencatat 213 orang mengalami luka-luka. Data tersebut masih dapat berubah karena proses pencarian, pendataan, dan penanganan korban di sejumlah lokasi terdampak masih berlangsung.

"Kami tetap memantau perkembangan jumlah korban ini dan terus kami akan laporkan ketika nanti ada jumlah korban yang ditemukan. Dan kita selalu berharap dan berdoa agar tidak ada lagi ketambahan dari jiwa yang meninggal maupun yang luka-luka," ujar Berton.

Aktivitas gempa susulan juga masih terjadi di wilayah Flores. BNPB mencatat sebanyak 1.576 gempa susulan setelah gempa utama bermagnitudo 7,7.

Dari jumlah tersebut, satu gempa susulan tercatat berkekuatan magnitudo 6,21. Sementara tiga gempa susulan lainnya juga tercatat, sedangkan lebih dari 1.500 gempa susulan tidak dirasakan oleh masyarakat.

BNPB masih memantau aktivitas kegempaan serta kondisi masyarakat di wilayah terdampak untuk mengantisipasi dampak lanjutan.

Di sisi lain, pemerintah pusat melanjutkan penanganan dan pemulihan pascagempa di Flores. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, jajaran pemerintah pusat telah berada di NTT sejak hari pertama bencana untuk melihat kondisi lapangan dan membahas langkah pemulihan.

"Sejak hari pertama kejadian kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan," kata Pratikno.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
Luar Negeri
Afrika Selatan Potong Pajak...

Bekasi Segera Memiliki Bupati Definitif

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Bekasi Segera Memiliki Bupa...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.