Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenhut Lanjutkan Upaya Pendinginan Area Karhutla di Gunung Bromo

📅 Senin, 17 Agu 2026, 19:30 WIB | Oleh:
Kemenhut Lanjutkan Upaya Pendinginan Area Karhutla di Gunung Bromo Doc: Kemenhut

PROBOLINGGO - Kementerian Kehutanan terus melakukan pendinginan dan penyisiran area bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali memicu kebakaran.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan Dwi Januanto Nugroho mengatakan pendinginan difokuskan pada sejumlah titik yang masih berpotensi menyimpan panas. "Pendinginan difokuskan pada titik-titik yang masih berpotensi menyimpan panas agar bara benar-benar padam dan tidak kembali merambat ke bagian kawasan yang belum terdampak," kata Dwi, Senin (17/8).

Setelah hampir dua pekan operasi penanganan, Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara bersama Balai Besar TNBTS dan unsur terkait masih melakukan pemantauan. Pembasahan juga dilakukan pada sejumlah area bekas terbakar.

Operasi tersebut melibatkan TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat. Kewaspadaan tetap dilakukan karena kebakaran sebelumnya melanda vegetasi savana, cemara gunung, pakis, semak belukar, hingga lapisan serasah yang cukup tebal.

“Kewaspadaan tetap dijaga karena kebakaran sebelumnya melanda vegetasi savana, cemara gunung, pakis, semak belukar. Serta lapisan serasah yang cukup tebal,” ujar dia.

Menurut Dwi, kondisi tersebut memungkinkan bara tetap bertahan meskipun kobaran api sudah tidak terlihat. Tim juga mewaspadai pusaran angin lokal yang berpotensi membawa material ringan maupun bara ke area lain.

Ia menilai penanganan karhutla di Bromo menjadi pembelajaran untuk memperkuat langkah pencegahan selama musim kemarau. Keterlibatan masyarakat sekitar kawasan juga dinilai penting dalam upaya perlindungan hutan.

“Bromo memberi satu pelajaran penting, api mungkin sudah terkendali tetapi ancaman karhutla belum selesai. Pencegahan harus diperkuat dari tingkat tapak, dan pengelola kawasan perlu terus memperkuat keterlibatan masyarakat, bukan hanya dalam pencegahan kebakaran tetapi juga dalam pengelolaan taman nasional,” ucap dia.

Kementerian Kehutanan juga memperkuat kesiapan Manggala Agni, sistem deteksi dini, patroli. Serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.

Sementara itu, Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan, Suharyono, mengatakan terkendalinya api belum menandai berakhirnya penanganan. Tim masih memastikan seluruh area bekas kebakaran dalam kondisi aman.

“Personel bekerja menghadapi medan dan kondisi kebakaran yang tidak mudah. Terkendalinya api bukan akhir dari pekerjaan, fokus sekarang memastikan seluruh area bekas terbakar benar-benar aman dan tidak ada bara yang kembali menyala,” kata Suharyono.

Kementerian Kehutanan memastikan upaya pengendalian karhutla akan terus diperkuat melalui deteksi dini, respons cepat, kesiapan personel dan peralatan. Serta kolaborasi dengan berbagai pihak di tingkat lapangan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.