Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset: Mantan Pesepak Bola Alami Perubahan Struktur Otak, tetapi Belum Tunjukkan Penurunan Fungsi Kognitif

25 Senin, 13 Jul 2026, 00:30 WIB | Oleh:
Riset: Mantan Pesepak Bola Alami Perubahan Struktur Otak, tetapi Belum Tunjukkan Penurunan Fungsi Kognitif Riset: Mantan Pesepak Bola Alami Perubahan Struktur Otak, tetapi Belum Tunjukkan Penurunan Fungsi Kognitif Doc: istimewa
Ket. Ilustrasi sundulan bola dalam permainan sepak bola.

LONDON – Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa mantan pesepak bola profesional di Inggris mengalami perubahan pada struktur otak serta memiliki tingkat kecemasan dan depresi yang lebih tinggi dibandingkan masyarakat umum. Namun, para peneliti tidak menemukan bukti adanya penurunan kemampuan kognitif yang mengarah pada demensia.

Temuan tersebut dipresentasikan dalam Alzheimer's Association International Conference pada Minggu (12/7) oleh tim peneliti dari Imperial College London. Penelitian ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memahami dampak benturan berulang pada kepala, termasuk akibat sundulan bola, terhadap kesehatan otak di masa depan.

Studi melibatkan 142 mantan pesepak bola profesional berusia antara 30 hingga 60 tahun. Sebagai pembanding, peneliti juga melibatkan 56 orang sehat dengan rentang usia yang sama yang tidak memiliki riwayat olahraga kontak fisik, dinas militer, maupun gegar otak.

Selain menjalani serangkaian tes daya ingat dan kemampuan berpikir, sebagian peserta juga menjalani pemindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk mengamati perubahan struktur otak. Sebanyak 124 mantan pemain dan 40 peserta dari kelompok kontrol memenuhi syarat untuk pemeriksaan MRI.

Peneliti menyatakan bahwa setelah mempertimbangkan faktor usia dan tingkat pendidikan, mantan pesepak bola menunjukkan hasil yang setara dengan kelompok kontrol dalam berbagai tes memori dan kemampuan berpikir.

Artinya, meskipun terdapat perubahan pada struktur otak, belum ditemukan bukti adanya gangguan fungsi kognitif yang signifikan pada kelompok mantan atlet tersebut.

"Bidang penelitian ini kini mulai melihat kesehatan otak dan risiko demensia secara lebih menyeluruh," ujar ahli saraf sekaligus penulis senior penelitian, Thomas Parker, dari Imperial College London.

Menurut Parker, benturan kepala yang terjadi berulang kali kini dipandang sebagai faktor risiko yang berpotensi dapat dimodifikasi, sebagaimana tekanan darah tinggi atau kolesterol yang dapat dikendalikan untuk menurunkan risiko penyakit di masa mendatang.

Penelitian ini dirancang sebagai studi jangka panjang. Para peserta akan dipantau setiap dua tahun guna mengetahui apakah perubahan struktur otak tersebut berkembang menjadi gangguan neurologis pada usia lanjut.

Meski kemampuan berpikir tetap normal, penelitian menemukan kondisi berbeda pada aspek kesehatan mental.

Sebanyak 31 persen mantan pesepak bola memenuhi kriteria depresi klinis, jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yang hanya 9 persen.

Sementara itu, 42 persen mantan atlet mengalami tingkat kecemasan yang memenuhi kategori klinis, sedangkan pada kelompok pembanding angkanya mencapai 25 persen.

Hasil pemindaian MRI juga menunjukkan bahwa mantan pesepak bola memiliki volume jaringan otak yang lebih kecil pada area yang berperan dalam fungsi memori dan pengaturan emosi.

Meski demikian, hanya sekitar 2 persen peserta yang menunjukkan penyusutan otak berat yang dapat mengindikasikan proses neurodegeneratif aktif.

Para peneliti menegaskan bahwa hasil studi ini belum membuktikan adanya hubungan langsung antara bermain sepak bola dengan penyakit Alzheimer, penyebab paling umum dari demensia.

Selama ini, sebagian besar penelitian mengenai kerusakan otak pada atlet dilakukan melalui pemeriksaan setelah kematian atau telaah rekam medis untuk mempelajari Chronic Traumatic Encephalopathy (CTE), penyakit degeneratif yang dikaitkan dengan benturan kepala berulang seperti sundulan maupun gegar otak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Lulus di Usia 61 Tahun, Abd...
Megapolitan
Pramono Janji Permudah Urus...

Menggunakan Vape Merusak Paru-paru, Janin, dan Otak

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Menggunakan Vape Merusak Pa...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.