Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pendaki yang Dievakuasi dari Gunung Bawakareng Bertambah Menjadi 26 Orang

📅 Senin, 17 Agu 2026, 23:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pendaki yang Dievakuasi dari Gunung Bawakareng Bertambah Menjadi 26 Orang Doc: Antara
Ket. Tim SAR gabungan memberikan bantuan pernafasan melalui alat saat evakuasi terhadap seorang korban pendaki ketika mengalami masalah kesehatan yang diserang hipotermia.

Gowa - Tim SAR gabungan terus melakukan operasi penyelamatan untuk mengevakuasi 26 orang dari sebelumnya 16 orang pendaki yang mengalami cedera ataupun hipotermia saat mengikuti rangkaian upacara bendera Merah Putih dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia, di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

"Data sementara dari tim siaga khusus sampai saat ini telah ditangani 26 orang pendaki yang mengalami trouble (masalah) terdiri dari tujuh laki-laki dan 19 perempuan," ujar Komandan Rescuer Basarnas Makassar Darul melalui keterangan videonya diterima wartawan di Gowa, Senin malam.

Ia menjelaskan saat ini Tim SAR gabungan tengah berjibaku mengevakuasi sejumlah pendaki di beberapa titik seperti di Pos 5, Pos 7, Pos 8 Jalur Lembanna, Pos 10 puncak Gunung Bawakaraeng, serta jalur Tassoso.

"Tim kami telah berhasil mengevakuasi sebanyak 14 orang dan telah mendapatkan penanganan medis, sedangkan 12 orang lainnya sementara dalam proses perjalanan evakuasi ke posko Aju Bulu Balea," ucapnya.

Masalah yang dialami korban, kata dia, beragam, antara lain cedera kaki, kram saat penurunan, kelelahan fisik berat, terpeleset lalu terjatuh hingga mengalami cedera tulang belakang, serta serangan hipotermia atau suhu tubuh menurun drastis saat berada di puncak gunung tersebut.

Sedangkan titik evakuasi dilaksanakan tim SAR gabungan itu berada di Puncak Pos 10, Pos 9, dan di antara Pos 7 dengan Pos 8. Untuk korban yang terjatuh kini masih sementara dievakuasi turun gunung dengan menggunakan tandu.

"Proses evakuasi kami laksanakan secara estafet, mulai dari puncak menuju ke pos delapan, dan dilanjutkan oleh tim yang berada di pos tujuh. Selanjutnya diserahkan tim di pos lima untuk dititip sementara, kemudian dibawa turun ke Pos Aju Bulu Balea untuk mendapat perawatan lanjutan," tuturnya.

Sejauh ini, sejumlah korban pendaki yang telah dievakuasi karena mengalami masalah fisik seperti hipotermia, cedera kaki, kram kaki sedang ditangani tim medis di Puskesmas Tinggi Moncong guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Data Pos Siaga Merah Putih mencatat total pendaki yang melakukan registrasi meningkat menjadi 3.786 orang. Jumlah tersebut tersebar di empat jalur masuk pada perlintasan utama menuju puncak Gunung Bawakaraeng.

Jalur tersebut seperti di Pos Registrasi Bulu Balea sebanyak 2.033 orang, Posko Tassoso 1.081 orang, Posko Kanreapia 422 orang, dan Posko Lembanna sebanyak 250 orang. Kepadatan arus pendaki di seluruh jalur ini terus dikawal tim gabungan demi mengimbangi dinamika medan di lapangan.

Operasi Siaga Merah Putih ini berlangsung sejak 15-18 Agustus 2026 melibatkan 295 personel gabungan dari unsur Basarnas, komunitas SAR, relawan, hingga tenaga medis. Personel ditempatkan pada delapan titik strategis, termasuk puncak gunung dan Lembah Ramma guna merespons cepat setiap kondisi darurat.

Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar menyampaikan operasi Siaga Khusus Merah Putih tersebut dikawal Tim SAR gabungan yang disebar pada delapan titik pemantauan, yakni Posko Lembanna, Posko Aju Bulu Balea, Pos 5, Pos 7, Pos 8 jalur Lembanna, puncak Gunung Bawakaraeng, Lembah Ramma, serta jalur Tassoso.

Sebelumnya Arif sudah mengingatkan kepada para pendaki untuk mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri mencapai puncak gunung tersebut, serta ia mengimbau pendaki agar selalu menjaga kondisi fisik agar tidak terjadi masalah kesehatan saat pendakian.

"Ini bukan hanya tentang menjaga jalur pendakian. Ini tentang memastikan setiap orang yang datang untuk memperingati kemerdekaan dapat kembali dengan selamat kepada keluarganya. Semangat kemerdekaan harus berjalan bersama kepedulian dan kemanusiaan," katanya menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon ...
    Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Daerah
TNBTS Hitung Kerugian Karhu...
Rona
Taylor Sheridan Tinggalkan ...

RUU Migas Melangkah ke Tahap Paripurna DPR

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
RUU Migas Melangkah ke Taha...
Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.