Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Timgad, Warisan Romawi yang Jadi Cetak Biru Perencanaan Kota Modern

📅 Senin, 13 Jul 2026, 07:32 WIB | Oleh:
Timgad, Warisan Romawi yang Jadi Cetak Biru Perencanaan Kota Modern Doc: Domain publik
Ket. Pemandangan kota Timgad, Timgad diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1982.

KAKI Pegunungan Aurès, wilayah timur Aljazair menyimpan reruntuhan sebuah kota kuno yang masih mampu membuat para arkeolog, sejarawan, hingga wisatawan berdecak kagum. Kota itu bernama Timgad, salah satu peninggalan Kekaisaran Romawi yang paling utuh di dunia.

Meski telah berusia hampir dua ribu tahun, susunan jalan, bangunan publik, hingga pola permukimannya masih terlihat begitu jelas, seolah-olah kota tersebut baru saja ditinggalkan oleh para penghuninya.

Di antara hamparan batu berwarna keemasan yang berpadu dengan lanskap pegunungan dan padang semi-kering Afrika Utara, Timgad menghadirkan gambaran nyata tentang bagaimana sebuah kota modern dirancang pada masa Romawi. Tidak berlebihan jika banyak arkeolog menyebutnya sebagai “Pompeii tanpa letusan gunung berapi” karena tata kotanya tetap terpelihara dengan sangat baik, meskipun penyebab kelestariannya berbeda.

Keistimewaan tersebut membuat Timgad diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1982. Organisasi tersebut menilai Timgad sebagai salah satu contoh terbaik tata kota Romawi yang dirancang berdasarkan prinsip perencanaan klasik, sekaligus menjadi bukti kemajuan teknik sipil, arsitektur, dan administrasi Kekaisaran Romawi pada puncak kejayaannya.

Simbol Kekuasaan Romawi

Timgad didirikan sekitar tahun 100 Masehi atas perintah Kaisar Trajan, salah satu penguasa terbesar dalam sejarah Romawi yang memimpin kekaisaran mencapai wilayah terluasnya. Nama asli kota ini adalah Colonia Marciana Ulpia Traiana Thamugadi, yang diambil dari nama keluarga sang kaisar.

Pendirian Timgad bukan sekadar membangun kawasan permukiman baru. Kota ini merupakan bagian dari strategi politik dan militer Romawi untuk memperkuat kekuasaan di Afrika Utara. Setelah menyelesaikan masa dinas, para veteran Legio III Augusta diberikan tanah dan tempat tinggal di kota baru tersebut sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.

Selain menjadi rumah bagi para pensiunan tentara, Timgad juga berfungsi sebagai pusat administrasi, perdagangan, serta benteng yang membantu menjaga stabilitas wilayah Numidia, kawasan yang saat itu menjadi salah satu provinsi penting Kekaisaran Romawi.

Keberadaan kota ini memperlihatkan bagaimana Romawi tidak hanya menaklukkan wilayah melalui kekuatan militer, tetapi juga membangun pusat-pusat peradaban yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyebaran budaya Romawi.

Perencanaan Kota Maju

Yang membuat Timgad begitu istimewa adalah fakta bahwa kota ini dibangun dari nol berdasarkan rancangan yang telah dipersiapkan secara matang. Berbeda dengan banyak kota kuno yang berkembang secara bertahap mengikuti kondisi alam atau pertumbuhan penduduk, Timgad dirancang menggunakan pola grid atau kisi-kisi yang sangat teratur.

Jalan-jalan membentuk sudut siku-siku dan membagi kota menjadi blok-blok persegi yang hampir seragam. Dua jalan utama, Cardo Maximus yang membentang dari utara ke selatan dan Decumanus Maximus dari timur ke barat, menjadi sumbu utama kota. Keduanya bertemu di pusat kota, membentuk ruang publik yang menjadi jantung kehidupan masyarakat.

Konsep seperti ini ternyata masih digunakan hingga sekarang dalam banyak kota modern. Tata letak berbentuk grid mempermudah orientasi, mempercepat distribusi barang, memudahkan pembangunan saluran air maupun drainase, serta membuat perluasan kota dapat dilakukan dengan lebih sistematis. Dengan kata lain, Timgad menunjukkan bahwa prinsip-prinsip dasar perencanaan perkotaan modern telah diterapkan hampir dua ribu tahun lalu.

Di sekitar forum kota berdiri berbagai bangunan yang mencerminkan kehidupan masyarakat Romawi yang maju dan terorganisasi. Hampir seluruh kebutuhan warga tersedia dalam satu kawasan, mulai dari pemerintahan, perdagangan, pendidikan, hingga hiburan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Lewat Metode Hunting, Kemen...

Berikut Harga BBM Per 5 Oktober 2026 yang Masih Stabil

51 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Berikut Harga BBM Per 5 Okt...
Advertisement
Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.