Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Percepat Pemulihan Layanan Kesehatan Pascagempa Dahsyat di NTT

📅 Senin, 17 Agu 2026, 19:00 WIB | Oleh:
Kemenkes Percepat Pemulihan Layanan Kesehatan Pascagempa Dahsyat di NTT Doc: Humas Kemenkes
Ket. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat pemulihan layanan kesehatan pascagempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemulihan layanan kesehatan difokuskan pada rumah sakit dan puskesmas terdampak agar pelayanan medis masyarakat tetap berjalan optimal.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan pemulihan fungsi rumah sakit menjadi prioritas utama. Kemenkes menargetkan seluruh RSUD terdampak dapat kembali menjalankan operasional dasar paling lambat dalam satu minggu.

“Prioritas utama untuk mengembalikan fungsi layanan di seluruh rumah sakit kabupaten/kota terdampak. Langkah ini dilakukan untuk menghadapi lonjakan pasien dalam beberapa hari ke depan,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (17/8).

Menurut dia, pemulihan rumah sakit difokuskan pada layanan esensial, terutama operasi trauma, pelayanan ibu dan anak, serta hemodialisa. Laporan situasi per 15 Agustus mencatat gempa berdampak pada delapan kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur.

Wilayah terdampak meliputi Sikka, Ende, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, dan Flores Timur. Dua fasilitas kesehatan yang mendapat perhatian khusus adalah RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng.

“Info sementara lokasi terparah di RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng. RS Lapangan lengkap dengan fasilitas operasi, serta Emergency Medical Team yang terdiri dari dokter spesialis bedah, anestesi, dan emergensi sudah bergerak ke dua lokasi tersebut,” ujar dia.

Khusus RSUD Nagekeo yang mengalami kerusakan berat, Kementerian Kesehatan mengirimkan satu set Rumah Sakit Mobil pada Senin (17/8). Fasilitas tersebut dilengkapi ruang operasi untuk mendukung pelayanan medis dasar dan penanganan ke gawat darurat an.

Untuk memperkuat sistem rujukan, RSUD Borong dan RSUD Komodo disiapkan sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien dari Nagekeo yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. RSUD Borong sebelumnya masuk Program Quick Win dengan target waktu rujukan dua jam, sedangkan RSUD Komodo memiliki target rujukan empat jam.

“Kemenkes menargetkan seluruh puskesmas rusak akibat gempa dapat kembali beroperasi maksimal dalam waktu dua minggu. Pelayanan dasar ibu hamil, persalinan, dan imunisasi menjadi prioritas utama selama proses pemulihan layanan kesehatan,” kata Menkes Budi. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.