Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Kenakan Biaya $100.000 untuk Visa Pekerja Terampil H-1B, Pukulan bagi Industri Teknologi

📅 Sabtu, 20 Sep 2025, 13:40 WIB | Oleh:
Trump Kenakan Biaya $100.000 untuk Visa Pekerja Terampil H-1B, Pukulan bagi Industri Teknologi Doc: AP
Ket. Presiden Donald Trump menandatangani proklamasi yang mewajibkan biaya tahunan baru sebesar $100.000 untuk aplikasi visa H-1B.

WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump memerintahkan penambahan biaya tahunan sebesar $100.000 pada visa pekerja terampil H-1B, yang berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi industri teknologi di mana izin tersebut banyak dikeluarkan.

Tindakan baru yang kemungkinan besar akan menghadapi gugatan hukum tersebut diumumkan bersamaan dengan diperkenalkannya program residensi "kartu emas" senilai $1 juta yang telah ditinjau Trump beberapa bulan sebelumnya.

"Yang terpenting adalah, kita akan kedatangan orang-orang hebat, dan mereka akan membayar," kata Trump kepada wartawan saat menandatangani surat perintah di Ruang Oval, Jumat (19/9)

Visa H-1B memungkinkan perusahaan untuk mensponsori pekerja asing dengan keterampilan khusus --- seperti ilmuwan, insinyur, dan pemrogram komputer -- untuk bekerja di Amerika Serikat, awalnya selama tiga tahun, tetapi dapat diperpanjang hingga enam tahun.

Amerika Serikat memberikan 85.000 visa H-1B per tahun melalui sistem lotere, sekitar tiga perempatnya pekerja dari India.

Perusahaan teknologi besar bergantung pada pekerja India yang pindah ke Amerika Serikat atau datang dan pergi antara kedua negara.

Pengusaha teknologi -- termasuk mantan sekutu Trump, Elon Musk -- telah memperingatkan agar tidak menargetkan visa H-1B. Amerika Serikat tidak memiliki cukup bakat lokal untuk mengisi lowongan pekerjaan penting di sektor teknologi.

"Semua perusahaan besar ikut serta," kata Menteri Perdagangan Howard Lutnick, yang bergabung dengan Trump di Ruang Oval.

Trump telah mengincar program H-1B sejak masa jabatan pertamanya, tetapi menghadapi gugatan hukum atas pendekatan sebelumnya yang menyasar jenis pekerjaan yang memenuhi syarat. Program yang ada saat ini menjadi langkah terbaru dalam tindakan keras imigrasi besar-besaran di masa jabatan keduanya.

Menurut perintah Trump, biaya tersebut akan diwajibkan bagi mereka yang ingin memasuki negara itu mulai hari Minggu, Sementara Menteri Keamanan Dalam Negeri dapat mengecualikan individu, seluruh perusahaan, atau seluruh industri.

Perintah tersebut berakhir dalam setahun, meskipun Trump dapat memperpanjangnya.

Jumlah aplikasi visa H-1B telah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, dengan puncak persetujuan pada tahun 2022 di bawah presiden Demokrat Joe Biden.

Sebaliknya, puncak penolakan tercatat pada tahun 2018, selama masa jabatan pertama Trump di Gedung Putih.

Amerika Serikat menyetujui sekitar 400.000 visa H-1B pada tahun 2024, dua pertiganya merupakan pembaruan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
Advertisement
Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

07 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.