Hong Kong Catat Hari Terpanas Sepanjang Sejarah Saat Topan Dolphin Memicu Gelombang Panas
📅 Senin, 10 Agu 2026, 11:03 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: China Daily
JAKARTA - Hong Kong secara resmi mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarahnya setelah Topan Dolphin membawa udara hangat ke kota tersebut, kata badan meteorologi.
Observatorium cuaca kota tersebut mencatat suhu 36,9 derajat Celsius pada hari Minggu (9/8), suhu tertinggi yang pernah tercatat sejak pencatatan dimulai pada tahun 1884, kata Observatorium Hong Kong, dikutip dari Guardian.
Badai yang mendekat telah memicu gelombang panas hebat di wilayah tersebut selama akhir pekan dan menyebabkan pembatalan penerbangan massal serta evakuasi di sepanjang pantai timur Tiongkok sebelum akhirnya mencapai daratan pada Minggu malam.
Rekor sebelumnya untuk Hong Kong tercatat pada suhu 36,6°C pada tanggal 22 Agustus 2017, sebelum Topan Hato melanda.
Angka yang tercatat di kantor pusat observatorium merupakan titik acuan resmi untuk catatan kota, tetapi suhu di tempat lain di pusat keuangan Tiongkok yang padat penduduk ini mencapai lebih dari 39 derajat Celcius.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebuah stasiun cuaca di Sheung Shui, di bagian utara kota, mencatat suhu 39,8°C, suhu tertinggi yang tercatat di Hong Kong sejak stasiun cuaca otomatis diperkenalkan pada tahun 1980-an, kata observatorium tersebut.
“Dengan Siklon Tropis Dolphin yang bergerak menuju sekitar Zhejiang dan masuk ke daratan, udara luar yang turun akan terus membawa cuaca yang sangat panas ke wilayah tersebut mulai hari ini hingga Selasa,” kata peramal cuaca tersebut.
Observatorium mengeluarkan "peringatan cuaca sangat panas" pada hari Minggu, mengimbau warga untuk minum air dan menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Topan Dolphin telah mencapai daratan Tiongkok, sekitar 1.000 km (620 mil) timur laut Hong Kong.
Badai Dolphin mendarat di dekat Yuhuan di provinsi Zhejiang sekitar pukul 17.30 (0930 GMT) pada hari Minggu, menurut otoritas meteorologi Tiongkok.
Badai tersebut membawa kecepatan angin maksimum 94 mph (151 km/jam) di dekat pusatnya saat mendarat, setara dengan badai kategori 1 pada skala Saffir-Simpson.
Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia membuat kejadian panas ekstrem menjadi lebih sering dan lebih intens di seluruh dunia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!