Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dari Turki, Trump Ganti Pesawat untuk Perjalanan Pulang ke AS

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 09:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dari Turki, Trump Ganti Pesawat untuk Perjalanan Pulang ke AS Doc: AP
Ket. Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan sebelum menaiki Air Force One, Rabu, 1 Juli 2026, di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, AS

ANKARA - Presiden AS Donald Trump akan berganti pesawat baru di Inggris setelah meninggalkan KTT NATO di Turki dengan pesawat Air Force One lamanya.

Jet baru hadiah dari Qatar terlebih dahulu ke Inggris, di mana ia berganti pesawat untuk perjalanan pulang ke Washington.

Trump mengatakan di jaringan Truth Social miliknya bahwa dia mengirim jet baru itu ke pangkalan udara Mildenhall agar para anggota militer memiliki "kesempatan untuk melihat-lihat pesawat tersebut."

"Semua orang sangat antusias, dan kami pikir mereka harus menjadi yang pertama. Demi nostalgia, kami akan menggunakan bekas Air Force One, dari Turki," tambah Trump.

Namun, peralihan ke jet baru tersebut pada penerbangan luar negeri perdananya memicu spekulasi hal itu disebabkan oleh kurangnya fitur keamanan — terutama karena AS melancarkan serangan baru terhadap Iran, yang berbatasan dengan Turki.

Surat kabar New York Times melaporkan pada Rabu (8/7) malam bahwa perubahan tersebut dilakukan atas permintaan Dinas Rahasia AS "sebagai tindakan pencegahan keamanan."

Surat kabar AS tersebut, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa pesawat baru itu kekurangan beberapa kemampuan pesawat lama, tetapi pergantian tersebut tidak dilakukan karena ancaman tertentu.

Para wartawan diminta untuk tetap menutup tirai jendela di kabin pers selama lepas landas, tanpa penjelasan.

Dalam konferensi pers, Trump menghindari pertanyaan tentang keamanan tetapi menyinggung dugaan upaya pembunuhan sebelumnya oleh Iran.

"Saya sering membicarakan hal ini karena kehidupan seorang presiden sangat berbahaya," katanya.

Kemudian, di atas pesawat Air Force One yang baru, Trump mengatakan kepada seorang reporter, "Anda mungkin berada dalam penerbangan berbahaya karena orang-orang bejat yang harus kita hadapi" -- sebuah pernyataan yang tampaknya merujuk pada Iran, yang kemudian ia sebut sebagai "orang-orang sakit."

Ketika ditanya apakah ia menyadari adanya ancaman nyata dari Iran, Trump hanya menjawab, "Saya selalu menghadapi ancaman. Saya nomor satu dalam daftar mereka."

Keluarga kerajaan Qatar menyumbangkan pesawat 747-8 tahun lalu setelah Trump mengeluhkan kondisi dua jet tua yang telah berfungsi sebagai pesawat kepresidenan AS sejak tahun 1990.

Pesawat baru itu dengan cepat dimodifikasi dan dilengkapi dengan fitur keamanan sebelum melakukan penerbangan pertamanya bersama Trump pada 1 Juli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...

Program Pelatihan Vokasi Nasional di Aceh

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Program Pelatihan Vokasi Na...

Harga bawang merah nasional turun

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Harga bawang merah nasional...
Luar Negeri
Lebih dari 100 Orang Tewas ...
Ruben Onsu Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Investasi, Ini Kronologinya!

Ruben Onsu Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Investasi, Ini Kronologinya!

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.