Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

India Dorong Indonesia Bergabung dengan BIMSTEC untuk Perkuat Perdagangan

📅 Senin, 15 Sep 2025, 19:30 WIB | Oleh:
India Dorong Indonesia Bergabung dengan BIMSTEC untuk Perkuat Perdagangan Doc: Biro Pers Kepresidenan

JAKARTA — India mendorong Indonesia untuk bergabung dengan BIMSTEC, sebuah blok kerja sama ekonomi bernilai triliunan dolar yang dipimpin New Delhi, guna meningkatkan perdagangan dengan Jakarta.

BIMSTEC atau Bay of Bengal Initiative for Multi-Sectoral Technical and Economic Cooperation merupakan forum yang menghimpun negara-negara di sekitar Teluk Benggala, wilayah laut di timur laut Samudra Hindia. Batasannya mencakup hingga ujung utara Pulau Sumatra, Indonesia.

Seperti kelompok internasional pada umumnya, BIMSTEC berfokus pada peningkatan perdagangan dan kerja sama multilateral. Saat ini, blok tersebut beranggotakan tujuh negara yaitu Bangladesh, Bhutan, India, Nepal, Sri Lanka, Myanmar, dan Thailand, dengan total produk domestik bruto (PDB) gabungan mencapai 5 triliun dolar AS. Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, pada Senin mengatakan New Delhi ingin Jakarta menjadi anggota kedelapan, mengingat beberapa negara ASEAN sudah bergabung lebih dulu.

“Indonesia sebaiknya mempertimbangkan untuk menjadi anggota BIMSTEC. Mereka [BIMSTEC] baru saja mengubah piagamnya dan kini membuka peluang bagi anggota baru,” kata Chakravorty dalam sebuah konferensi di Jakarta.

Data menunjukkan perdagangan Indonesia dengan India turun dari 27 miliar dolar AS pada 2023 menjadi 26 miliar dolar AS pada 2024. Ekspor tahunan Indonesia ke India relatif stabil di kisaran 20 miliar dolar AS pada periode tersebut. Pada Januari–Juli 2025, perdagangan bilateral baru mencapai 13,7 miliar dolar AS, lebih rendah dibanding 15,6 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Chakravorty mengakui target perdagangan bilateral 50 miliar dolar AS akan sulit tercapai. “Tidak ada salahnya jika target tersebut direvisi agar lebih realistis,” ujarnya.

India menjadi ekonomi terbesar di BIMSTEC sekaligus mitra dagang utama Indonesia dalam forum tersebut, diikuti oleh Thailand. Catatan perdagangan menunjukkan nilai perdagangan Indonesia dengan Thailand mencapai 17,4 miliar dolar AS tahun lalu.

Thailand dan Bhutan bahkan telah mengusulkan pembentukan kawasan perdagangan bebas intra-BIMSTEC. Usulan ini dinilai berpotensi memperkuat integrasi ekonomi kawasan di tengah perlambatan global.

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Luar Negeri RI melalui juru bicara Vahd Nabyl A Mulachela belum memberikan keterangan terkait minat Indonesia terhadap BIMSTEC maupun apakah telah ada pembicaraan resmi mengenai keanggotaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...

Dibayangi Gejolak Minyak - 07 Oktober 2026

37 menit yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Dibayangi Gejolak Minyak - ...

Yusuf Susilo Hartono Pamerkan Tubuh Urban

1 jam lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Yusuf Susilo Hartono Pamerk...
Advertisement
Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Tokoh TNI.

Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Tokoh TNI.

06 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.