Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bank Penerima Likuiditas Harus Genjot Kredit ke Sektor Produktif

📅 Senin, 15 Sep 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bank Penerima Likuiditas Harus Genjot Kredit ke Sektor Produktif Doc: antara
Ket. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jangan hanya berfungsi menjaga kehati-hatian, tetapi harus mendorong bank gencar menyalurkan kredit ke sektor ekonomi.

JAKARTA - Kebijakan Pemerintah menstimulus likuiditas sebesar 200 triliun rupiah ke perbankan harus segera direspon bank-bank penerima khususnya Bank BUMN. Lima bank penerima yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN dan Bank Syariah Indonesia (BSI) harus segera menyalurkan dana tersebut ke sektor produktif agar perekonomian terakselerasi. 

Pakar ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata yang diminta tanggapannya mengatakan injeksi likuiditas 200 triliun rupiah oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa ke dalam sistem perekonomian merupakan terobosan besar dalam memperkuat likuiditas dan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Tambahan likuiditas itu katanya tidak boleh berhenti hanya di perbankan, tetapi harus

segera ditindaklanjuti dengan penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif yang memiliki multiplier effect terhadap perekonomian.

“Kebijakan ini harus direspons bank dengan menyalurkan pembiayaan ke sektor riil, agar dampaknya langsung terasa bagi masyarakat dan dunia usaha,” kata Aloysius di Yogyakarta, Minggu (14/9).

Aloysius mengatakan kalau perbankan terlalu berhati-hati atau justru menahan dana di instrumen keuangan, manfaat injeksi likuiditas bisa berkurang. Karena itu, ia menekankan pentingnya peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pengawas untuk memastikan dana 200 triliun rupiah benar-benar mengalir ke dunia usaha.

“OJK jangan hanya berfungsi menjaga kehati-hatian, tetapi juga harus mendorong bank gencar menyalurkan kredit ke sektor ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan memperkuat daya beli,” jelasnya.

Adapun sektor-sektor produktif yang harus dibiayai seperti industri pengolahan, pertanian modern, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan infrastruktur yang akan memberi efek berganda yang lebih luas bagi perekonomian. Dengan pembiayaan yang lancar, sektor-sektor tersebut tidak hanya memperbesar kapasitas produksi, tetapi juga mampu menumbuhkan kelas menengah yang menjadi penopang konsumsi domestik.

Sebaiknya Anda baca juga:

Aloysius mengingatkan bahwa penyaluran kredit selama ini masih melambat, dan jika perbankan tidak berani menyalurkan dana ke sektor produktif, tambahan 200 triliun rupiah berpotensi tidak terserap secara optimal.

“Tantangannya ada pada eksekusi. Kalau dana ini hanya menumpuk di perbankan tanpa segera disalurkan, kebijakan pemerintah akan kehilangan daya dorongnya,” kata Aloysius.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, mengatakan likudiitas masuk ke bank-bank milik pemerintah (Himbara) dari skema 200 triliun rupiah, seharusnya disambut baik dengan menaikkan pembiayaan/kredit secara signifikan.

“Ini juga bergantung dari beberapa faktor, mulai dari daya beli masyarakat, kepercayaan dunia usaha dan kebijakan pajak.

“Dana yang ditempatkan di bank-bank Himbara jangan hanya diparkir, tetapi harus disalurkan dan akan lebih terakselerasi jika diiringi dengan stimulus pajak ke sektor riil,” katanya.

“Kita rekomendasikan ke pak Purbaya (Menkeu) tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dipangkas dari 11 persen menjadi 8 persen. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) juga dinaikkan menjadi 7 juta rupiah per bulan, dan serapan anggaran terutama terkait transisi energi. Kalau prakondisi itu dijalankan, maka pasokan dan permintaan akan sama sama naik,”tambah Bhima.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
BPOM Segel Gudang Penyimpan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.