Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank Penerima Likuiditas Harus Genjot Kredit ke Sektor Produktif

📅 Senin, 15 Sep 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Soal pengawasan, Bhima mengatakan yang paling penting adalah penyaluran kredit tidak masuk ke sektor yang berisiko tinggi seperti batubara. Harga batubara turun 27 persen dalam satu tahun terakhir, karena Tiongkok dan India mengurangi impor batubara dari RI.

Misi Reflasi

Sebelumnya, Chief Economist di Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memiliki misi reflasi, yakni kebijakan di mana Pemerintah berupaya meningkatan perekonomian dan aggregate demand ke tingkat yang seharusnya.

Kebijakan itu dilakukan dengan mengarahkan belanja dalam jumlah besar ke dalam sektor-sektor tertentu untuk meningkatkan tenaga kerja yang kemudian meningkatkan perekonomian.

“Purbaya adalah Menteri Reflasi, kebijakan meningkatkan likuiditas perbankan adalah langkah yang tepat,” kata Fakhrul dalam keterangan resminya dikutip Jumat (12/9).

Fakhrul mengkritik pola lama kebijakan ekonomi Indonesia yang terlalu terjebak pada dogma stabilitas ketimbang pertumbuhan. Menurutnya, selama bertahun-tahun pertumbuhan ekonomi Indonesia tertahan oleh kebijakan kontraksi dari sektor keuangan.

“Beberapa tahun terakhir, ekonomi tumbuh, tapi tidak berputar. Ini menyebabkan banyak masyarakat yang tidak menikmati pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Kondisi tersebutlah yang menurut Fakhrul membuat daya beli melemah dan mesin ekonomi tidak berjalan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Ekonomi
Menkeu Purbaya Tunda Pajak ...

Roket SpaceX Tabrak Bulan Besok, Ilmuwan Prediksi Semburan Debu Raksasa Terlihat dari Teleskop

Roket SpaceX Tabrak Bulan Besok, Ilmuwan Prediksi Semburan Debu Raksasa Terlihat dari Teleskop

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.