Pemulangan Warga Korsel dari Amerika Serikat Ditunda karena Saran Trump
📅 Jumat, 12 Sep 2025, 01:00 WIB | Oleh: Andes Tanjung
Doc: AFP/Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS
SEOUL - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menyampaikan bahwa pembebasan dan pemulangan sekitar 300 warga Korsel yang ditahan dalam razia imigrasi Amerika Serikat (AS) ditunda setelah Presiden Donald Trump menyarankan mereka tetap tinggal di AS.
Seorang pejabat di Kementerian Luar Negeri Korsel mengungkap informasi tersebut pada Rabu (10/9) selama konferensi pers di Kedutaan Besar Korsel di Washington DC.
Pejabat tersebut mengatakan bahwa alasan penundaan, yang awalnya dijelaskan sebagai “masalah di pihak AS”, dijelaskan dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Cho Hyun dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, pada Rabu.
“Menlu Rubio dilaporkan mengatakan kepada Menlu Cho bahwa Presiden Trump memandang para tahanan sebagai pekerja terampil dan menginstruksikan agar repatriasi mereka ditunda untuk mendengarkan posisi Korsel mengenai apakah mereka tetap tinggal di AS untuk bekerja dan melatih tenaga kerja AS, atau kembali ke negara asal,” lapor kantor berita KBS, Kamis (11/9).
Menurut pejabat tersebut, Menlu Cho menanggapi bahwa para tahanan Korsel sangat terkejut dan lelah, dan akan lebih baik bagi mereka untuk kembali ke negara asal terlebih dahulu. AS setuju untuk menghormati posisi tersebut dan melanjutkan proses repatriasi mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mengenai spekulasi bahwa penundaan disebabkan oleh perselisihan mengenai apakah para tahanan akan diborgol selama transportasi dari fasilitas penahanan ke bandara, pejabat tersebut mengatakan bahwa Trump menginstruksikan otoritas AS untuk menghormati permintaan Seoul agar mereka dipindahkan tanpa pembatasan fisik, meskipun ada regulasi yang ketat.
Beri Jaminan
Menlu Cho juga mengatakan bahwa sekitar 300 warga Korsel yang ditahan oleh otoritas imigrasi AS akan dipulangkan pada Kamis dan pihak AS telah memberikan jaminan bahwa mereka tidak akan menghadapi kerugian atau hambatan saat masuk kembali ke AS di masa depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam pertemuan dengan media di Kedutaan Besar Korsel di Washington DC pada Rabu (10/9) waktu setempat, Menlu Cho menyampaikan bahwa dirinya telah bertemu dengan Menlu Rubio pada Rabu pagi dan kemudian bertemu Andy Baker, Wakil Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih sekaligus Penasihat Keamanan Nasional Wakil Presiden.
Ia menegaskan bahwa kesepakatan yang dicapai dengan Menlu Rubio sedang dijalankan dengan baik.
Menlu Cho menambahkan bahwa pemerintah Korsel telah memastikan agar warga yang dipulangkan dapat kembali bekerja di AS tanpa masalah apa pun.
Ia juga menyatakan bahwa dalam pertemuannya dengan Menlu Rubio bahwa pihak AS menyetujui pembentukan kelompok kerja antara Kementerian Luar Negeri Korsel dan Kementerian Luar Negeri AS untuk membahas pembuatan kategori visa baru yang khusus diperuntukkan bagi tenaga profesional Korsel, dan berjanji untuk segera menindaklanjutinya.
Menlu Cho menambahkan bahwa pemerintah Korsel telah memastikan agar warga yang dipulangkan dapat kembali bekerja di AS tanpa masalah apa pun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!