Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cianjur Siap Menjadi Produsen Briket, Usai Terima Bantuan Peralatan Pengolah Sampah Jadi Briket

📅 Rabu, 27 Mei 2026, 07:18 WIB | Oleh:
Cianjur Siap Menjadi Produsen Briket, Usai Terima Bantuan Peralatan Pengolah Sampah Jadi Briket Doc: ist
Ket. bahan briket

CIANJUR – Masyarakat Cianjur, Jawa Barat, bisa segera menjadi produsen briket. Pemerintah Kabupaten Cianjur mendapat bantuan alat pengolah sampah menjadi briket dengan kapasitas lima ton per hari dari Jawa Barat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Cianjur Komarudin mengatakan alat pengolah sampah menjadi briket itu akan ditempatkan di Kelurahan Sayang, Kabupaten Cianjur, yang selama ini jumlah sampah dihasilkan di kelurahan itu cukup tinggi setiap harinya.

Sementara itu, pengolahan sampah menjadi briket akan dilakukan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan bank sampah atau tempat pengolahan sampah, dengan prinsip Mengurangi, Menggunakan Kembali, dan Daur Ulang (reduce, reuse, recycle) yang selama ini sudah berjalan.

"Untuk tahap awal, alat tersebut akan disimpan di Kelurahan Sayang, di mana setiap harinya sampah yang dihasilkan cukup tinggi. Nanti, bantuan selanjutnya akan ditempatkan di wilayah yang juga menghasilkan sampah cukup tinggi," kata Komarudin.

Terkait pemasaran briket yang dihasilkan, Dinas Lingkungan Kabupaten Cianjur akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jabar ketika kapasitas produksi tinggi diarahkan untuk mengisi kebutuhan beberapa perusahaan yang masih menggunakan batubara.

Sedangkan terkait program Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), yang diperkirakan mulai berjalan tahun 2029, Dinas Lingkungan Hidup Cianjur harus memasok sampah sekitar 350 ton per hari yang akan diolah menjadi energi listrik terbarukan.

Sambil menunggu program tersebut berjalan, tambah Komarudin, gubernur Jabar memberikan bantuan alat pengolah sampah menjadi briket ke sejumlah kabupaten dan kota, yang tahun depan akan dialokasikan dana untuk pengadaan 50 unit alat serupa.

"Kami berharap tahun depan ada tambahan alat yang sama, sehingga pengolahan sampah dapat dilakukan di sejumlah titik yang selama ini memiliki tonase sampah cukup tinggi setiap harinya seperti di Ciranjang dan Cipanas," ujarnya.

Pihaknya juga terus menggencarkan pemilahan sampah dari rumah mulai dari organik dan sampah plastik yang memiliki nilai jual, sehingga tonase sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Mekarsari di Cikalongkulon terus berkurang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Perang Iran Hantam Benua Bi...

Atasi Pertanian Lahan Gambut, ITS Ciptakan Traktor Perahu Listrik

33 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Atasi Pertanian Lahan Gambu...
Luar Negeri
Menuju 2050, Populasi Kambo...
Luar Negeri
Rute Bus Baru Lintas Negara...
Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.